Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Unik, Kafe di Kudus Ini Sajikan Suasana Bak Kamping di Pegunungan

MURIANEWS, Kudus – Di Kabupaten Kudus terdapat sebuah kafe yang sangat unik. Pasalnya, kafe tersebut tidak seperti layaknya kafe pada umumnya. Dengan desain tenda bak kamping di pegunungan, menjadikan keunikan tersendiri daripada kafe lain.

Kafe tersebut bernama Camping Cook yang berada di Jalan Sosrokartono turut Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus.

Saat masuk ke dalam, pelanggan langsung disuguhkan dengan pemandangan bak layaknya arena kamping dengan belasan tenda berjejer rapi serta dipadu dengan kursi dan meja sederhana.

Meski belum lama beroperasi, kafe tersebut selalu ramai dikunjungi. Jika dilihat sekilas, kafe tersebut seolah berada di dataran tinggi, padahal kafe tersebut hanya berjarak sekitar 2,5 km dari pusat kota dan memerlukan waktu sekitar lima menit untuk menempuh menggunakan kendaraan.

Dengan atap daun welit tebu, pepohonan merambat sintetis dan tulisan-tulisan unik juga menambah suasana kental seperti di pos-pos pegunungan saat mendaki. Di sana, minuman juga dihidangkan dengan kesan yang sangat alami, yakni menggunakan gelas yang berasal dari bambu.

“Awal punya ide konsep seperti ini memang berawal dari hobi mendaki semenjak SMP. Jadi saya buat konsep seperti kamping di pegunungan, juga biar beda dengan kafe lain yang ada di Kudus” kata owner Camping Cook Wira Dibyo Ratno Pama (29) Selasa (4/8/2020) sore.

Pengunjung menikmati menu dengan suasana kamping. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Selain itu, menurutnya pelanggan yang berkeinginan untuk camping di pegunungan namun belum bisa mencapainya atau sulit untuk mendapatkan izin dari orang tua, kafenua juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk merasakan suasana saat kamping.

“Bisa jadi obat buat mereka yang ingin merasakan suasana kamping tapi belum tercapai. Di sini menunya juga sederhana dan cukup terjangkau,” ungkapnya.

Terdapat beberapa menu makanan seperti nasi bledek, nasi teri, aneka sate, jagung bakar, ayam jankuk hingga menu kerang. Sedangkan untuk minuman ada es teh, kopi, susu hingga cokelat.

“Harganya bervariasi, makanan mulai sate hingga makanan berat harganya berkisar Rp 1.500 hingga Rp 14 ribu. Untuk minuman mulai dari Rp 3 ribu hingga Rp 8 ribu. Makanan memang disajikan sederhana seperti di angkringan,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi adanya tindakan negatif di dalam tenda, pihaknya mengambil kebijakan untuk menutup tenda.

“Tiap lima menit sekali ada yang muter ke area tenda, dan saat pelanggan masuk juga diberitahu tidak boleh menutup tenda meski satu keluarga,” ucapnya.

Sementara untuk jam operasionalnya, Camping Cook buka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB.

”Saya ikuti aturan pemerintah karena masih masa pandemi buka sampai jam 21.00 WIB saja. Nanti selebihnya menyesuaikan jika sudah diboleh buka lebih larut lagi,” pungkasnya.

Siti Masyitoh (21) salah seorang pelanggan menyatakan baru sekali datang ke Camping Cook, dan menurutnya tempatnya cukup unik dan bagus untuk berfoto.

“Saya tahu sini dari story WA teman saya, terus penasaran coba deh ke sini sama teman-teman. Ini baru sekali coba,” tandasnya.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...