Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Makam Perempuan Penjual Kopi di Rembang Dibongkar untuk Autopsi, Sebelumnya Diduga Bunuh Diri

MURIANEWS, Rembang – Makam seorang perempuan bernama Rupiah di Desa Pohlandak, Kecamatan Pancur, Rembang, Selasa (4/8/2020) dibongkar. Jenasah perempuan yang meninggal di usia 28 tahun itu diautopsi oleh pihak kepolisian, untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Sebelumnya, perempuan yang semasa hidup berjualan kopi ini diduga meninggal karena bunuh diri pada 17 Juli 2020. Namun belakangan muncul kecurigaan jika Rupiah meninggal karena tak wajar.

Pasalnya, sebelum ditemukan meninggal pada subuh, sejumlah tetangga mendengar suara teriakan perempuan tiga anak ini. Selain itu, keluarga juga mendapati kecurigaan lain, seperti tidak adanya tanda-tanda yang muncul di tubuh korban saat bunuh diri.

Kecurigaan itu pun dilaporkan ke polisi, dan ditindaklanjuti dengan pembongkaran makam untuk dilakukan autopsi.

“Pas kejadian itu, tetangga-tetangga dengar ada suara minta tolong, seperti pertengkaran. Tapi kemudian enggak ada suara sama sekali dari kakak saya. Keyakinan saya, mbak saya itu kalau bunuh diri itu tidak mungkin. Saya tahu, memang suaminya itu kasar,” katanya kepada wartawan seperti dikutip dari detik.com.

Sementara Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito membenarkan jika pembongkaran makam dan autopsi atas permintaan keluarga.

Ia menyebut jika kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Dalam pemeriksaan sementara, dugaan Rupiah meninggal karena gantung diri murni.

Ia menjelaskan, sebelumnya tidak ditemukan tanda kekerasan dari tubuh korban berdasarkan visum luar yang telah dilakukan sejak awal penemuan jenazah.

“Keyakinan penyidik dalam melakukan penyelidikan pada awalnya kan mengacu pada hasil VER, dan itu kita sampaikan pada awal, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dalam perjalanannya, keluarga bermohon, sehingga kami melayani,” paparnya.

Pihak kepolisian kini menunggu hasil autopsi yang dilakukan hari ini. Hasilnya diperkirakan akan keluar antara satu hingga dua hari, dan nantinya akan disampaikan juga ke pihak keluarga.

Dikutip dari Radio R2B Rembang, pembongkaran makam dilakukan pada pagi hari dengan disaksikan pihak keluarga dan aparat terkait.

Sejumlah warga juga memadati area makam untuk menyaksikan proses pembongkaran dan autopsi.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: detik.com, Radio R2B Rembang

Comments
Loading...