Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Penyebaran Corona di Jepara Tertinggi di Jateng, Ganjar: Klaster Tak Jelas, Cukup Berbahaya

MURIANEWS, Semarang – Tren penyebaran kasus corona di Jateng kini lebih banyak didominasi di wilayah pantura timur. Angka reproduksi efeketif (Re/Rt) Covid-19 di atas satu dalam empat pekan terakhir juga bertambah menjadi 25 daerah dari 35 kabupaten/kota di Jateng.

Dari pendataan yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah, Kabupaten Jepara menjadi yang tertinggi dalam hal ini. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahkan menyebut jika klaster penyebaran corona di Jepara tidak jelas.

“Penambahan ini hampir semua (daerah). Kabupaten Jepara tertinggi, dan tidak jelas klaster penularannya. Ini cukup berbahaya,”  katanya, Senin (3/8/2020).

Ia juga menyebut jika penambahan kasus terus terjadi lantaran masifnya pemeriksaan. Pihaknya juga terus melakukan tracing dan diharapkan Program Jogo Tonggo mampu diaplikasikan di semua lini masyarakat.

“Cenderung terjadi penularan di komunitas, sehingga kita harapkan Jogo Tonggo nantinya bisa jadi Jogo Kerjo, Jogo santri dan lainnya untuk mencegah penularan di komunitas. Kami juga minta bupati/wali kota terus melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, jika saat ini pihaknya telah melakukan testing dan tracing di Jepara. Itu merupakan langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah yang masih tinggi.

“Iya, sekarang kita melakukan testing dan tracing di sana (Jepara). Karena ditemukan kasus di Sekretariat Dewan, DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan Satpol PP,”  paparnya.

Menurutnya, meski penyebaran Covid-19 di pantura timur lebih tinggi dibanding wilayah pantai selatan, namun testing tetap dilakukan merata di semua daerah.

Baca juga:

Ia menyebut, Pemprov Jateng sampai saat ini telah melakukan 138.500 tes Covid-19. Untuk pelaksanaan tes swab secara masif, pihaknya berupaya terus dilakukan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki. Selain itu, sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan provinsi lain.

“Kami berusaha mengarah ke sana (testing) bertahap sesuai dengan kemampuan dan kapasitas. Juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi lain. Anggarannya besar, maka kita bertahap,” imbuhnya.

Sementara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara mengumumkan hingga Senin (3/8/2020) jumlah kasus yang terjadi di Kabupaten Jepara mencapai 1150 kasus.

Dari jumlah tersebut sebanyak 281 orang sampai saat ini masih dalam penanganan. Sedangkan 744 orang di antaranya dinyatakan sudah sembuh, dan 68 orang lainnya meninggal dunia.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...