Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kasus Positif Covid-19 Jepara Kini 1.150, Dalam Perawatan 281 Orang

 

MURIANEWS, Jepara – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jepara masih terus bertambah. Sampai Senin (3/8/2020) jumlah keseluruhan yang terjadi di Kabupaten Jepara mencapai 1.150 kasus.

Dari jumlah tersebut sebanyak 281 orang ini masih dalam penanganan. Sedangkan 744 orang di antaranya dinyatakan sudah sembuh dan 68 orang lainnya meninggal dunia.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara, pada kesempatan terakhir Minggu (2/8/2020) menyampaikan adanya tambahan empat kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. Kasus-kasus tersebut terjadi di wilayah Bangsri, Nalumsari dan Mayong.

Di Kecamatan Bangsri dan Mayong masing-masing ada tambahan 1 kasus, sedangkan di Nalumsari muncul dua kasus baru terkonfirmasi positif covid.

Juru Bicara GTPP Covid 19 Jepara, dr M Fakhrudin menyatakan, penambahan kasus baru dimungkinkan masih akan terus terjadi. Pihaknya berharap masyarakat bisa semakin meningkatkan peran sertanya dalam menangani penularan Covid-19 ini.

“Sampai saat ini dari total kasus yang mencapai 1.150, sebanyak 1.093 merupakan warga Jepara dan 57 orang warga luar Jepara. Ada 281 dari jumlah tersebut hingga kini dalam penanganan. Rinciannya sebanyak 189 orang sedang menjalani isolasi mandiri, 52 orang dirawat di RS Jepara dan 40 orang dirawat di RS luar Jepara,” ujar dr M Fakhrudin, Senin (3/8/2020).

Sementara itu, terkait penanganan pada kasus meninggalnya ketua DPRD Jepara, GTPP Covid 19 Jepara juga sedang melakukan tracing dan traking. GTPP Covid-19 Senin (3/8/2020) mendatangi DPRD Jepara untuk melakukan persiapan rencana swab bagi pihak-pihak yang diduga terkait dalam kasus ini.

Sekretaris DPRD Jepara, Trisno Santoso menyatakan pihaknya dalam proses koordinasi dan komunikasi dengan GTPP Covid-19 dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK).

Hal ini dilakukan untuk membahas tehnis penanganan dari kasus meninggalnya ketua DPRD Jepara. Ada beberapa orang yang menurut Trinso Santoso memerlukan penanganan, menyusul dipastikannya almarhum Imam Zusdi Ghozali terkonfirmasi positif Covid-19.

“Saat ini kami masih berkoordinasi dengan DKK Jepara. Membahas bagaimana tehnis pengambilan swab atau rapid bagi pihak-pihak di DPRD Jepara. Kami masih dalam pembicaraan ini,” ujar Trisno Santoso, Senin (3/8/2020).

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...