Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

OPINI

Fenomena Bediding dari Sudut Pandang Meteorologi

Ekky Amiral Faqi *)

SEPEKAN belakangan ini suhu udara di wilayah eks-Karisidenan Pati terasa dingin. Masyarakat mengenal fenomena ini dengan bediding. Kondisi seperti ini lazim terjadi setiap tahunya. Namun alangkah lebih baiknya jika kita mengetahui karakteristik bediding dari sudut pandang meteorologi yang akan dibahas dalam artikel ini.

Fenomena bediding lazim terjadi pada puncak musim kemarau antara bulan Juli sampai Agustus. Penyebab pertama turunya suhu pada bulan-bulan ini adalah kondisi langit yang cerah tanpa awan.

Ketika puncak musim kemarau jumlah awan yang terbentuk sangat sedikit dan langit cerah. Kondisi langit yang cerah menyebabkan radiasi panas matahari yang sampai ke permukaan bumi dipantulkan kembali ke atmosfer tanpa penghalang, sehingga panas dipermukaan bumi berkurang.

Berbeda ketika kondisi cuaca berawan, radiasi panas matahari yang masuk ke bumi dipantulkan ke atmosfer namun ditahan oleh awan sehingga panas terjebak dipermukaan bumi sehingga udara terasa panas dan gerah. Itulah mengapa suhu pada malam atau pagi hari cenderung dingin saat langit cerah daripada saat langit berawan.

Penyebab kedua adalah adanya seruakan udara dingin dari Australia menuju Indonesia bagian selatan, sehingga suhu dingin hanya dirasakan di sekitar Pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT.

Australia mengalami musim dingin pada bulan Juli dan Agustus. Masa udara dari Australia yang dingin dan kering masuk ke Pulau Jawa termasuk eks Karisidenan Pati. Masuknya masa udara dingin dari Australia menyebabkan suhu udara di eks Karisidenan Pati menurun dan terasa dingin yang lazim disebut dengan bediding.

Terdapat beberapa kelebihan dengan turunya suhu pada saat bediding yaitu mendukung untuk aktivitas outdoor karena suhu yang bersahabat dan cuaca yang cerah. Namun suhu udara yang dingin juga berdampak kurang baik terhadap tanaman pertanian dataran rendah yang tumbuh baik ketika suhu udara hangat.

Begitu juga dengan orang-orang yang tidak tahan dengan suhu udara dingin akan rawan terkena hipotermia. Oleh karena itu persiapkan diri menghadapi suhu udara dingin selama satu bulan ke depan sesuai dengan aktivitas dan kesehatan masing-masing. (*)

 

*) Penulis adalah Analis Cuaca BMKG

Comments
Loading...