Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gerindra Minta Pemprov Jateng Tak Gegabah Tetapkan Pembelajaran Tatap Muka

MURIANEWS, Semarang – Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah dari Fraksi Gerindra Yudi Indras Wiendarto meminta Pemprov Jawa Tengah tak gegabah dengan rencana pembelajaran tatap muka bagi siswa di sekolah di tengah pandemi Covid-19.

Jika benar direalisasikan, kebijakan itu dinilai sangat membahayakan siswa. Apalagi saat ini angka kasus Covid-19 di Jawa Tengah masih terus naik.

Sesuai data dari corona.jatengprov.go.id per Sabtu 1 Agustus pukul 12.00, jumlah kasus positif Covid 19 di Jateng mencapai 9.668 dan 868 orang di antaranya meninggal dunia. Jumlah pasien yang dirawat ada 3.097 orang dan sembuh 5.703 orang.

Baca: Fraksi PPP Minta Pemkab Pati Perbolehkan TPQ Melakukan Pembelajaran Tatap Muka

“Jika kemarin-kemarin sewaktu jumlah kasus masih sedikit, KBM (kegiatan belajar mengajar) di buat daring, eh saat ini ketika kasus melonjak justru akan dibuat tatap muka. Saya kira tidak pas,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Gerindra ini melalui surat elektronik, Minggu (2/7/2020).

Menurutnya, Covid-19 tak hanya rentan pada orang dengan usia tua atau yang sudah punya penyakit bawaaan. Namun juga rentan menyerang anak-anak.

Justru anak-anak bisa menjadi orang tanpa gejala dan menularkan Covid-19 pada orang di lingkungannya.

Yudi menjelaskan, pembelajaran daring memang tak efektif jika dibandingkan pembelajaran tatap muka antara guru dan murid. Namun, pembelajaran tatap muka dinilai membahayakan kesehatan siswa.

Baca: Sanksi Dinilai Lemah, Aplikasi Pendidikan Inklusif Jadi Lambat

Pembelajaran tatap muka bisa saja dilakukan dengan catatan angka kasus Covid-19 menurun atau setidaknya tak mengalami lonjakan.

Solusinya, lanjutnya, adalah memberikan materi pembelajaran daring dengan lebih baik. Sambil menunggu vaksin yang sedang dibuat oleh pemerintah. Harapannya awal 2021 sudah tersedia.

“Konten harus lebih kreatif dan menarik. Guru juga harus diberikan kemampuan itu. Fokusnya lebih dulu pada konten yang lebih baik,” katanya.

Sebelumnya, perihal keterbatasan gawai dan kuota internet, Yudi juga telah mengusulkan agar dana BOS digunakan untuk pengadaan keduanya. Lantaran gawai dan kuota internet masuk dalam sarana-prasarana belajar siswa.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Suoriyadi

Comments
Loading...