Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sebelum Imam Zusdi, Seorang Staf Keuangan DPRD Jepara Ternyata Lebih Dulu Kena Corona

MURIANEWS, Jepara – Seorang staf bagian keuangan DPRD Jepara ternyata sudah ada yang terpapar Virus Corona atau Covid-19. Pegawai yang bertempat tinggal di Desa Panggung, Kecamatan Kedung tersebut, bahkan sejak sepekan lalu sudah diminta melakukan isolasi mandiri.

Pegawai yang bersangkutan sudah tidak berangkat bekerja. Konsekuensi lainnya, sebanyak sepuluh orang pegawai yang berada dalam satu ruangan juga sudah menjalani isolasi mandiri.

Sekretaris DPRD Jepara Trisno Santoso membenarkan hal ini. Menurutnya, pegawai di bagian keuangan tersebut diduga terpapar dari lingkungan tempat tinggalnya. Di Desa Panggung, ada beberapa pasien terkonfirmasi positif Covid yang kebetulan menjadi tetangga dari pegawai tersebut.

Baca: Kabar Duka, Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali Meninggal Dunia

DPRD Jepara sendiri sudah melakukan upaya dengan menutup ruangan bagian keuangan, dan memerintahkan sebanyak sepuluh pegawai melakukan isolasi mandiri.

“Jadi memang ada satu pegawai kami yang memang terkonfirmasi positif Covid. Kasus ini bahkan sebelum pak Imam Zusdi meninggal karena Covid kemarin. Sudah kami tutup ruangan bagian keuangan dan meminta sepuluh pegawai menjalani isolasi mandiri,” ujar Trisno Santoso, Minggu (2/8/2020).

Hanya, ia tidak berani memastikan almarhum Imam Zusdi meninggal karena terpapar covid 19 dari kasus ini. Namun staf keuangan yang terpapar tersebut sebelumnya sempat ikut dalam rombongan kunjungan kerja DPRD Jepara ke Cirebon dua pekan lalu. Dari sana ada beberapa pihak yang kemungkinan menjadi kontak erat.

Baca: GTPP Covid-19 Jepara Pastikan Almarhum Ketua DPRD Jepara Positif Corona

Pihaknya juga sudah melakukan upaya, dengan melakukan dekontaminasi ruangan-ruangan di DPRD Jepara. Bahkan khusus ruangan bagian keuangan juga sudah ditutup sementara waktu sejak sepekan lalu.

Saat ini, pihaknya sudah menyampaikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara untuk dilakukan swab terhadap orang-orang yang menjadi kontak erat dalam kasus ini.

“Namun sampai saat ini kami belum mendapatkan kepastian dari DKK apakah permohonan itu akan dilakukan atau tidak. Sampai saat ini para pegawai yang berada dalam satu ruangan dan diduga pernah kontak erat sudah kami minta mengisolasi dan tidak berangkat ke kantor,” tambah Trisno Santoso.

Baca: Jenazah Ketua DPRD Jepara Dimakamkan di Wedelan Bangsri 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jepara KH Nurudin Amin atau Gus Nung menyatakan sudah meminta ke DKK untuk melakukan swab untuk pihak-pihak yang berhubungan dengan kasus positif pegawai di bagian keuangan. Namun sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan kejelasan mengenai hal ini.

Saat ini, setelah kasus yang menimpa almarhum Ketua DPRD Jepara, maka logikanya swab harus dilakukan ke lebih banyak orang. Bahkan pihaknya menginginkan agar swab dilakukan untuk semua anggota DPRD Jepara dan semua pegawai yang ada. Sehingga dengan demikian ada penanganan tuntas dari kasus ini.

“Saya sudah minta seperti itu. Bahkan juga menyampaikan secara langsung kepada Bupati Jepara. Terakhir, saya melakukan swab mandiri ke Jogya setelah mengetahui Mas Imam (Ketua DPRD Jepara-red) dipastikan terkonfirmasi positif Covid. Hasilnya baru besok Senin ini,” ujar Gus Nung terpisah.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...