Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Perbaikan Jembatan Honggosoco Kudus Ditarget Rampung November, Motor Masih Bisa Melintas

MURIANEWS, Kudus – Perbaikan Jembatan Honggosoco, di Kecamatan Jekulo, Kudus ditarget bisa rampung pada November 2020 mendatang. Estimasinya, waktu yang dibutuhkan untuk pengerasan beton selama satu bulan, dan pengerjaan teknis lainnya kurang lebih selama satu bulan.

“Kami mulai (perbaikan) akhir Juli 2020 ini, kami perkirakan rampung di bulan November,” kata Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Kudus Harry Wibowo, Rabu (29/7/2020) siang.

Pengerjaannya sendiri, lanjut dia, kini tengah memasuki masa pembongkaran lantai jembatan. Atau kurang lebih sekitar 15 persen dari pengerjaan.

“Kami bongkar dulu, lalu kami ganti lantainya, dengan anggaran perbaikannya sebesar Rp 250 juta” ujarnya.

Untuk konstruksinya sendiri, Harry mengatakan akan memakai pelat bondek, kemudian dibeton. Dengan lebar yang akan diganti yakni 3,5 meter dan panjang sekitar 24 meter. “Supaya lebih kuat dari sebelumnya,” kata Harry.

Dalam pengerjaannya, pihaknya pun harus menutup total akses untuk kendaraan roda empat maupun kendaraan berat. Sementara kendaraan roda dua, lanjutnya, masih bisa melintas.

Dalam proses perbaikan landasan jembatan itu, masih disediakan sedikit ruas untuk kendaraan roda dua. Tujuannya, untuk mempermudah akses masyarakat setempat dalam menjangkau pasar maupun sekolah di daerah tersebut. “Kami berikan akses satu ruas, lewatnya bergantian,” terangnya.

menurutnya, untuk kondisi beton jembatan tersebut memang sudah perlu diganti. Selain karena banyaknya kendaraan besar yang kerap melintas, posisi tulangnya juga sudah berkarat.

“Selimut beton sudah lepas semua, harus kami bongkar, untuk gelagar juga akan kami tata,” tandasnya.

Apabila nanti sudah rampung, jembatan tersebut akan kembali ke fungsi yang sama, yakni jembatan kelas III. Dengan maksimal tonasenya delapan ton.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...