Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemkab Jepara Izinkan Warganya Gelar Salat Idul Adha di Masjid, Ini Syaratnya

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memutuskan untuk mengizinkan masyarakatnya menggelar salat Idul Adha di masing-masing masjid atau musala.

Keputusan ini disampaikan oleh Bupati Jepara Dian Kristiandi usai menggelar rapat bersama sejumlah pihak terkait, pada Selasa (28/7/2020) malam. Kemenag Jepara, MUI dan beberapa ormas islam di Jepara, terlibat dalam pembahasan ini.

Dian Kristiandi menyatakan, sesuai Surat Edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H /2020 M, masyarakat diizinkan melaksanakan ibadah Idul Adha.

Namun kegiatan tersebut tetap harus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Izin ini dikecualikan bagi daerah yang belum dinyatakan aman dari Covid-19 oleh pemerintah daerah atau Gugus Tugas Daerah.

“Karena resikonya sedang, maka rapat memutuskan mengijinkan masyarakat untuk menggelar shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban tetapi dengan syarat harus disiplin mematuhi protokol kesehatan” ujar Dian Kristiandi, Rabu (29/7/2020).

Selanjutnya untuk memastikan pelaksanaan kegiatannya berlangsung  dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, maka akan ada petugas Polisi dan TNI serta Satpol PP yang diterjunkan untuk pengawasannya.

Ormas-ormas islam yang memiliki satuan pengamanan internal juga diminta untuk  ikut menugaskan melakukan penertiban protokol kesehatan.

Dian Kristiandi juga menegaskan pihaknya akan mengeluarkan surat edaran mengenai panduan pelaksanaan protokol kesehatan dalam kegiatan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban.

Penerapan protokol kesehatan dipastikan memerlukan penyesuaian dalam kegiatan salat berjamaah yang akan digelar.

“Kan pasti nanti jarak shaf dan jarak antar jamaah harus menyesuaikan. Harus berjarak, sehingga tidak menimbulkan resiko tertular covid 19. Penerapan protokol kesehatan harus dilakukan dengan disiplin tinggi. Tidak boleh diabaikan,” tegas Dian Kristiandi.

Sebelumnya, Dian Kristiandi juga menyatakan telah melakukan pemantauan terkait persiapan Idul Adha di sejumlah wilayah. Di Masjid Baiturrahman, Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo pihaknya menemukan belum ada pembatas antar jamaah.

Dalam kegiatan pantauan tersebut dirinya juga langsung memasang tanda pembatas antar jemaah.

Pemasangan tanda batas jarak antarjemaah ini diharapkan bisa dipasang di semua masjid yang ada di wilayah Jepara. Pihaknya sudah menginstruksikan agar bisa dipasang tanda batas tersebut untuk kepentingan bersama. Semua bagian masyarakat harus bisa saling menjaga agar tidak menjadi korban Covid-19.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...