Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Berkah di Tengah Pandemi, Bike Stand Made in Jepara Ini Dipesan Hingga Taiwan

MURIANEWS, Jepara – Pandemi Covid -19 sudah pasti menimbulkan dampak di segala bidang usaha. Tidak terkecuali pada dunia usaha mebel di Jepara. Namun kegigihan masyarakat Jepara memang luar biasa.

Pandemi Covid-19 yang disisi lain memunculkan trend baru ‘mabuk’ bersepeda, memunculkan celah bagi seorang pengrajin mebel di Jepara untuk meraih peluang usaha baru.

Ya, ‘mabuk’ bersepeda di kalangan masyarakat saat ini membuat jenis sepeda lipat menjadi salah satu yang digemari. Dari sepeda lipat ini, masyarakat kemudian mengenal merk-merk terkenal seperti Brompton, United Stylo, Pacific, Police,dan sebagainya.

Berbagai komunitas sepeda lipat juga bermunculan bak jamur di musim hujan. Banyak Orang mulai menjadikan bersepeda (bersepeda lipat) sebagai sebuah life style mereka.

Dari sinilah peluang itu akhirnya muncul dari seorang pengrajin kayu asal Mlonggo, Jepara. Rudy Petir (43) dan boss mebelnya di CV Kemang, akhirnya membuat sebuah jagrak untuk sepeda lipat.

Jagrak atau bike stand semula diketahui merupakan kelengkapan dari sepeda lipat merk terkenal Brompton asal Inggris. Bentuknya berupa kayu persegi yang memiliki tongkat mendongak untuk tempat parkir sepeda.

Bike stand buatan pengrajin kayu asal Mlonggo, Jepara, Rudy Petir (43). (MURIANEWS/Budi Erje)

Untuk harga bike stand asli Brompton sendiri harganya mahal hingga Rp 900 ribu sebijinya. Namun dengan inovasi luar biasa, akhirnya Rudy Petir mampu mendesain sebuah bike stand untuk semua jenis sepeda lipat.

Harganya juga jauh lebih murah, namun dengan tampilan yang tidak kalah mewah. Terbuat dari kayu Mindi, prototipenya mulai dikenalkan ke masyarakat penggila sepeda lipat sekitar Juni lalu.

“Saya dan bos saya pada awalnya bahkan memulai dengan menjualnya di pinggir jalan kawasan simpang lima Semarang. Kami waktu itu hanya berniat mengenalkan produk kami ini. Dua kali kami nglapak di Semarang, dan kini kami mulai kewalahan melayani pesanan,” ujar Rudy Petir, Selasa (29/7/2020).

Dalam dua pekan terakhir saja, pesanan yang sudah dikirim jumlahnya mencapai 1000-an picis. Pesanan-pesanan itu dikirim ke Surabaya, Makassar, Semarang, Jogya, Lampung dan beberapa kota besar di Indonesia.

Pesanan yang lain sudah antre untuk segera dilayani. Sehingga seminggu terakhir dengan 38 orang pegawai, dalam sehari harus bisa memproduksi 200-an picis.

Rudy menyatakan, dampak pandemi Covid saat ini begitu terasa bagi dunia mebel di Jepara. Produksi bisa dikatakan terhenti sementara waktu. Membanjirnya pesanan bike stand ini menjadi sebuah berkah bagi usahanya.

Para pekerja bisa kembali bekerja untuk memenuhi pesanan. Sehingga paling tidak masih ada pemasukan bagi semua bagian dari usaha yang ada.

“Alhamdulilah, di saat musim pandemi ini akhirnya kami masih bisa melakukan sesuatu. Ini berkah bagi kami yang ada di sini. Tentu saja kami juga memahami booming bike stand ini tidak akan berlangsung lama. Tetap saja kami berharap pandemi bisa segera berakhir dan semuanya menjadi normal kembali,” tambah Rudy Petir.

Dengan bahan kayu mindi, bike stand untuk sepeda lipat ini sampai saat ini hanya diproduksi di CV Kemang, Mlonggo, Jepara. Setelah disablon dengan merk sepeda atau komunitas sepeda, bike stand made in Jepara di-finishing dengan bahan water base. Sehingga mengkilat memunculkan sulur-sulur kayunya.

Untuk sebuah bike stand yang dibuat, harganya Rp 150 ribu. Namun jika dibeli dalam jumlah besar ada potongan harganya. Reseller yang memesan biasanya menjual kembali di pasaran dengan harga kisaran Rp 200 ribu – Rp 300 ribu.

Bahkan seorang reseller asal Jepara sendiri sudah memasarkannya hingga ke Malaysia, Singapura dan Taiwan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...