Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemeriksaan Hewan Kurban di Kudus Diperluas Hingga ke Desa-Desa, Ini Kriteria Ternak Layak Kurban

MURIANEWS, Kudus – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus terus menggencarkan pengecekan hewan kurban yang beredar di Kota Kretek. Skalanya pun diperluas ke desa-desa, tak hanya di pasar-pasar hewan saja.

Kepala Bidang Peternakan Agus Setiawan mengatakan, pemeriksaan sendiri dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan kurban layak. Sejumlah kriteria pun dicek untuk memastikan hal tersebut.

“Mulai dari sisi umur, hingga kondisi fisik hewan kurban kami cek dengan seksama,” katanya saat meninjau sejumlah hewan kurban di Pasar Hewan, Mejejobo, Selasa (28/7/2020).

Agus merincikan, untuk kriteria fisik ternak yang sehat, adalah kondisi badan yang utuh atau tidak cacat. Seperti tanduk yang patah satu ataupun kondisi cacat bawaan. “Kondisi badannya utuh, tidak ada yang cacat,” kata dia.

Sementara untuk umur, tambahnya, bisa dilihat dari keadaan giginya. Kondisi gigi pun jadi pertimbangan apakah hewan kurban layak disembelih atau tidak.

Jika gigi seri bawah sudah berganti dan tumbuh, maka usia hewan diperkirakan lebih dua tahun.

Hewan yang akan dijadikan kurban harus memenuhi umur yang ditentukan. Contohnya sapi atau kerbau minimal harus berumur dua tahun dan masuk tahun ketiga.

Dari hasil pemeriksaan hewan ternak itu, jika ditemukan hewan tidak layak, lanjut Agus, pihaknya akan menyampaikan kepada pemilik hewan kurban. Hewan kurban tersebut pun diharapkan tak dijual kepada pembeli.

“Kami sampaikan apa adanya, jika memang tidak layak ya kami sampaikan tak layak,” lanjut dia.

Sampai saat ini sendiri, pihak Dinas Pertanian dan Pangan Kudus belum menemukan hewan yang tak layak kurba. Baik karena cacat fisik, maupun karena sakit.

Skala pengecekannya pun diperluas ke desa-desa. Dengan begitu, pendeteksian hewan kurban yang sakit bisa lebih awal dilakukan.

“Jumlahnya sudah banyak, kami bagi ke beberapa tim untuk terjun di lapangan,” ujarnya.

Sementara untuk langkah tindak lanjut, pihaknya tetap akan monitoring penyembelihan hewan kurban. Terhitung sejak hari Idul Adha, hingga tiga hari ke depannya.

“Itu kami lakukan untuk memantau hati sapi, apakah ditemukan cacing atau tidak, jika ditemukan, hati tersebut tak boleh dimakan,” jelas dia.

Sementara Masrum, salah satu pedagang kerbau asal Sukolilo Pati mengaku terbantu dengan pemeriksaan hewan ternak oleh dinas setempat.

Itu dikarenakan pihaknya bisa lebih menjamin jika hewan kurban yang ia jual adalah hewan kurban sehat. “Petugasnya juga cekatan, jika ada hewan sakit akan segera diperiksa,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...