Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kudus Kembali Masuk Zona Merah dengan Risiko Penularan Tinggi

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus kembali berstatus wilayah dengan risiko penularan tinggi terhadap virus corona. Label zona merah pun kembali disandang Kota Kretek.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan, Kudus sebenarnya sudah masuk kategori zona merah sejak sepekan lalu.

Hanya memang, notifikasi dari pusat agak terlambat. “Sebenarnya Kudus sudah masuk merah sejak 19 Juli 2020 lalu,” kata Andini Selasa (28/7/2020) pagi.

Andini mengatakan, kembalinya Kudus menjadi wilayah dengan penularan tinggi adalah karena gencarnya Kudus melakukan tracing pada kontak positif ataupun orang tanpa gejala. Sehingga penemuan kasus awal bisa ditemukan tiap harinya.

Selain itu, beroperasinya mesin RT-PCR juga turut jadi faktor kenapa Kudus perkembangan kasusnya meningkat pesat. Karena pemeriksaan sampel bisa dilakukan dengan cepat.

“Ini konsekuensi dari tracing erat kami, mesin RT-PCR juga mempercepat diagnosis dari pasien sehingga cepat ketahuan dan cepat ditangani,” ujarnya.

Pola persebaran corona di Kudus sendiri, kata dia, kini sudah berubah menjadi transmisi lokal.

“Belakangan, pola penularan juga terjadi karena penularan komunitas, artinya penularan yang banyak tapi tidak diketahui sumbernya,” terangnya.

Sementara secara keseluruhan, kasus dalam wilayah sudah menyentuh angka 575 kasus. Di mana ada sebanyak 93 pasien menjalani perawatan, 165 pasien menjalani isolasi mandiri, dan ada sebanyak 252 pasien yang sudah sembuh dari corona.

“Sementara ada 65 pasien yang meninggal dunia, keseluruhannya karena penyakit penyerta,” lanjutnya.

Selain itu, pasien dari luar wilayah tercatat hinga kemarin, Kudus sudah merawat sebanyak 169 pasien terkonfirmasi positif. Di mana 84 di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Kemudian pasien yang menjalani perawatan menyisakan 20 orang dan menjalani isolasi mandiri ada sebanyak 43 orang. Dan pasien meninggal ada sebanyak 22 orang.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...