Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Coklit di Pilkada Grobogan Sudah Jangkau 540.159 Calon Pemilih

 

MURIANEWS, Grobogan – Pelaksanaan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk Pilkada Grobogan dinilai sudah cukup bagus. Pada sepuluh hari pertama pelaksanaan coklit yang dimulai tanggal 15 Juli 2020 lalu, sudah menjangkau 540.159 calon pemilih.

Komisioner KPU Grobogan Divisi Perencanaan Data dan Informasi (Rendatin) Muhammad Machruz mengatakan, setiap sepuluh hari pelaksanaan coklit, pihaknya akan melakukan monitoring dan menerima laporan dari Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), PPS, dan PPK yang disampaikan secara virtual.

Hal ini dilakukan guna mengetahui pelaksanaan coklit yang berlangsung di 19 kecamatan.

Dijelaskan, informasi dari PPDP di 19 kecamatan, pelaksanaan coklit selama sepuluh hari pertama atau hingga 24 Juli, sudah menjangkau 540.159 pemilih.

Jumlah tersebut sekitar 46,59 persen dari jumlah pemilih yang tertera pada form AKWK sebanyak 1.150.678 pemilih.

“Capaian coklit tertinggi berada di Kecamatan Geyer yang sudah berkisar 41.415 pemilih atau 75,60 persen dari data pemilih form model AKWK sebanyak 53.776 orang. Pelaksanaan coklit ini akan berlangsung hingga 13 Agustus mendatang,” jelasnya, Senin (27/7/2020).

Menurut Machruz, data pemilih keseluruhan sesuai form model AKWK sebanyak 1.150.678 orang itu bisa berubah setelah dilakukan coklit. Hal ini bisa terjadi karena yang bersangkutan tidak memenuhi syarat, atau ditemukan pemilih baru.

Dalam monitoring secara virtual itu juga disampaikan kendala-kendala yang ditemui PPDP di lapangan. Hingga saat ini, kendala yang muncul sudah bisa diselesaikan setelah melakukan koordinasi dengan PPS dan PPK.

Lebih lanjut ia menyampaikan, kendala yang ditemui di antaranya  adanya pemilih yang belum terdaftar pada form model AKWK tapi sudah memenuhi syarat. Kendala ini diselesaikan dengan memasukkan pada kategori pemilih baru dan masuk di form model AAKWK.

Kemudian, ada juga pemilih yang data pada form model AKWK dan KTP elektroniknya berbeda. Untuk kendala seperti ini, PPDP akan langsung menyesuaikan data di form model AKWK seperti data yang ada di KTP pemilih.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...