Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Lima Wisudawan Sistem Informasi UMK Raih Gelar Ganda

MURIANEWS, Kudus – Lima wisudawan Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (UMK) menyabet gelar ganda. Gelar yang diperoleh yakni Sarjana Komputer (S.Kom) dan Microsoft Technology Associate (MTA).

Kelima wisudawan tersebut yakni Sekar Wangi Wahyuni Putri, Yayang Nur Anggraheni, Nauval Saiduddin, Andini Dwi Febriyanti dan Royana Ayu Ciptaning.

Ketua Prodi SI UMK Pratomo Setiaji mengatakan, kelima lulusan tersebut kini sudah sah memiliki gelar ganda. Tentunya akan berbeda dengan wisudawan lain. “Gelar MTA sudah sah dan diakui secara international,” katanya, Senin (27/7/2020).

Ia menyebut, pihaknya sudah memiliki Unit Kompetensi Sertifikasi (UKS) yang sudah berhak mengadakan ujian untuk mendapakan gelar MTA tersebut.

Ada tiga paket skema yang bisa diambil mahasiswa yakni Database Fundamentals, Software Development, HTML5 Application Development. ”Adanya program MTA tersebut, menunjukkan kesiapan Prodi SI UMK dalam menghadapi persaingan global,” ujarnya.

Untuk ujian tersebut, sebenarnya tidak hanya untuk mahasiswa Sistem Informasi saja, mahasiswa dari prodi lain juga diperbolehkan. Selain itu, bagi mereka yang sudah bekerja juga bisa mengikuti ujian tersebut dan  akan mendapatkan sertifikasi, ketika dinyatakan lulus sesuai standar yang ada.

Salah satu wisudawan yang bergelar ganda Sekar Wangi Wahyuni Putri mengaku senang dengan gelar ganda yang diterimanya. Apalagi gelar MTA diakui secara internasional, sehingga menunjukkan kualitas dirinya. ”Saya ambil ujian MTA yang Database Administration Fundamentals,” terangnya.

Diceritakannya, Database Administration Fundamentals mempelajari tentang cara mendesain dan mengelola database. Misalnya membuat database kependudukan, dari ilmu tersebut bisa untuk mendata dengan rapi data profil warga negara.

” Sehingga bisa cepat ditamplkan ketika dibutuhkan, bahkan bisa mendeteksi jika ada duplikasi data,”ucapnya.

Menurutnya untuk mengikuti ujian sertifikasi MTA tidak terlalu sulit, karena memang selama ini sudah mempelajarinya dibangku kuliah. Jadi saat ada ujian tersebut, dirinya tertarik untuk mengikuti.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...