Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

240 Warga Jepara Ajukan Dispensasi Menikah, Lebih dari Separuh Hamil Duluan

MURIANEWS, Jepara – Pengadilan Agama (PA) Jepara mencatat ada sekitar 240-an perkara Dispensasi Menikah yang disampaikan warga. Angka tersebut terjadi di sepanjang Januari 2020 sampai dengan Juli 2020 ini.

Dispensasai menikah diajukan karena beberapa sebab. Selain karena keinginan menikah juga karena faktor hamil di luar nikah.

Kepala PA Jepara Faiq menyatakan, jumlah Pekara Dispensasi Menikah ini memang meningkat dari tahun ke tahun di Jepara. Sejak tahun 2016 jumlah perkara dispensasi menikah selalu bertambah.

Baca: Sejoli di Jepara Ini Nekat Mesum di Masjid, Diguyur Air Langsung Diarak ke Balai Desa

Pada tahun 2016 ada 120 perkara, sedangkan di tahun 2017 ada 113 perkara. Kemudian pada 2018 meningkat menjadi 117 perkara, dan tahun 2019 lalu jumlanya naik lagi menjadi 188 perkara.

Sedangkan pada 2020 ini, sampai akhir Juli jumlahnya sudah mencapai 240 perkara.

“Jadi memang cenderung naik jumlahnya dalam empat tahun terakhir. Hal ini terjadi di semua daerah di Jawa Tengah, tidak hanya di Jepara. Untuk yang 240 di tahun 2020 ini, memang ada sekitar 52 persennya karena hamil di luar nikah,”katanya, Senin (27/7/2020).

Baca: Viral Video Pelecehan Siswi SMA, Pengakuan Pelaku Bikin Geleng-Geleng Kepala

Peningkatan perkara yang terjadi pada 2020 ini menurutnya bisa dimungkinkan terjadi karena adanya perubahan ketentuan usia menikah untuk mempelai wanita.

Sesuai dengan UU No 16 2019 batas usia minimal adalah 19 tahun. Batasan ini merubah aturan sebelumnya yang menyebut usia minimal 16 tahun. Rentang waktu penerapan aturan yang baru inilah yang diduga menyebabkan lonjakan perkara dispensasi menikah.

”UU Nomor 16 tahun 2019 yang merupakan pengganti UU 70 1974 tentang pernikahan, baru saja diterapkan. Sehingga pernikahan pada usia-usia di kisaran 16-18 tahun yang sebelumnya tidak harus melalui sidang dispensasi menikah, akhirnya harus menjalani sidang dispensasi menikah,” terangnya.

Baca: Kenal di Facebook, Siswi SMA di Blora Dicabuli di Bawah Pohon Jati

Ia menambahkan, menikah pada usia 17 tahun, usai lulus sekolah setingkat SMA memang banyak terjadi di masyarakat Jepara, bahkan terjadi hingga saat ini. Dari data yang dirilis PA sepanjang tahun 2020 ini ada dua warga yang mengajukan dispensasi di usia 14 tahun.

Selain itu di usia 18 tahun ada 108 perkara. Selanjutnya, untuk usia 16 tahun ada 35 perkara dan usia 17 tahun ada 73 perkara.

Sementara jika dilihat dari sisi pendidikan, ada sebanyak 53 orang yang mengajukan dispensasi menikah dengan pendidikan SD, 139 orang dengan pendidikan SMP, 40 orang dengan pendidikan SMA, dan empat orang lainnya dengan latar belakang pendidikan yang lainnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...