Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Karaoke Ilegal di Jepara Kembali Dirazia, Delapan PK Diperiksa

MURIANEWS, Jepara – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara bersama sejumlah instansi terkait, kembali melakukan penertiban usaha karaoke ilegal di Jepara. Tim Gabungan Satpol PP ini juga melibatkan unsur Polres, Kodim dan instansi lainnya.

Kepala Satpol PP dan Damkar Jepara Abdul Syukur menyatakan, kegiatan penertiban yang dilakukan tetap diarahkan pada beberapa hal sekaligus. Pertama ditujukan untuk menegakan aturan PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) terkait pandemi. Selain itu juga diarahkan untuk menertibkan perda yang berlaku di Kabupaten Jepara.

Kendati operasi sering kali digelar, masih saja banyak yang melanggar Perbup Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Seperti yang terjadi akhir-akhir ini, tim gabungan terpaksa membubarkan dan sekaligus memberikan edukasi warga yang nongkrong di sepanjang jalan utama kota Jepara dan terminal lama.

Operasi juga menyasar kawasan karaoke Pantai Pungkruk. Namun pusat karaoke di Jepara ini dalam keadaan sepi.

Baru ketika petugas gabungan menuju desa Telukawur didapati sebuah usaha karaoke masih beroperasi. Walaupun ruangan karaoke kosong, para petugas lapangan mendapati bukti-bukti jika ruangan baru saja ditingggalkan secara tergesa-gesa oleh para pemandu karaoke (PK) dan tamu.

“Para petugas kami memang beberapa waktu lalu mendapati sebuah usaha karaoke ilegal beroperasi. Kami sudah mengambil tindakan seperlunya untuk menangani hal ini,” ujar Abdul Syukur, Minggu (26/7/2020).

Dari usaha karaoke di Teluk Awur tersebut, sebanyak delapan orang pemandu karaoke sudah dilakukan pendataan. Selanjutnya mereka akan menjalani pemeriksaan terkait dengan kegiatan yang mereka lakukan.

Pemeriksaan akan dilaksanakan pada Senin (27/7/2020) di Kantor Satpol PP Jepara. Besar kemungkinan kasus ini akan digulirkan sebagai kasus tipiring dan disidangkan di PN Jepara.

Sementara itu Kasi Penegakan Perda Satpol PP Jepara Anwar Sadat menyatakan, dari delapan pemandu karaoke yang sempat diinterogasi, sebagian besar merupakan warga luar daerah.

Mereka datang ke Jepara untuk bekerja di usaha karaoke yang ada. Mereka semua sudah didata dan akan sudah dipanggil untuk datang menjalani pemeriksaan pada Senin (27/7/2020).

Operasi penertiban ini, menurut Anwar Sadat, akan terus dilakukan pihaknya. Tujuannya, selain untuk melindungi warga masyarakat dari penyebaran virus corona, juga untuk menertibkan karaoke liar di Jepara yang tidak sesuai dengan Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

“Kami akan menegaskan sikap-sikap Pemkab Jepara terkait dengan pelanggaran Perda ataupun Perbup. Terutama terkait pandemi yang berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan,” tegas Anwar Sadat.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...