Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tambah 30, Total Pasien Sembuh dari Corona di Kudus Jadi 321 Orang

MURIANEWS, Kudus –  Sebanyak 30 pasien corona di Kabupaten Kudus dinyatakan sembuh pada Jumat (25/7/2020) malam tadi. Mereka dinyatakan sembuh usai mendapat perawatan dan selesai merampungkan isolasi mandirinya.

Dari 30 pasien tersebut, 22 orang di antaranya merupakan pasien dalam wilayah. Sementara delapan orang lainnya merupakan pasien luar wilayah yang dirawat di Kota Kretek.

Dengan tambahan 30 orang itu, maka saat ini sudah ada 321 pasien yang sembuh dari Covid-19. Dengan rincian, 239 pasien sembuh dari dalam wilayah, dan 82 pasien sembuh dari luar wilayah.

“Tingkat kesembuhan juga mulai naik seiring banyaknya pasien yang sudah mendapat perawatan dan menyelesaikan isolasi mandirinya,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dokter Andini Aridewi, Sabtu (25/7/2020) pagi.

Walau demikian, lanjut Andini, Kabupaten Kudus masih memiliki sebanyak  105 pasien dari dalam dan luar wilayah yang dirawat.

Kasus pasien isolasi mandiri juga masih tergolong tinggi. Yakni ada 131 warga Kudus dan 45 orang luar Kudus yang tengah menjalani isolasi mandiri.

“Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 44 kasus baru, 35 dari Kudus dan sembilan luar Kudus,” ujarnya.

Untuk kasus kematian pasien dengan status positif corona di Kudus juga lumayan tinggi. Yakni 57 pasien meninggal dari dalam Kudus, dan 20 pasien meninggal dari luar Kudus.

Kabupaten Kudus sendiri, tambahnya, memang menjadi rujukan untuk menagani pasien corona di seputaran Jawa Tengah. Dengan total rumah sakit rujukan berjumlah enam rumah sakit.

Enam rumah sakit rujukan tersebut, rincinya, adalah RSUD Loekmono Hadi yang merupakan rujukan lini satu, RS Mardi Rahayu yang merupakan rujukan lini dua. “Serta ada empat RS yang merupakan rujukan lini tiga,” terangnya.

Andini menambahkan, Kabupaten Kudus sendiri terus melakukan tracing ketat pada kontak erat pasien corona di Kudus. Sehingga bertambahnya jumlah kasus menjadi konsekuesi dari hal tersebut.

“Selain itu, Kudus juga memiliki mesin RT-PCR yang bisa mendiagnosis pasien lebih cepat,” jelas dia.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...