Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Muridnya Tak Punya Gawai, Guru di Pati Ini Rela Datang ke Rumah Beri Bimbingan Belajar

MURIANEWS, Pati – Adanya kebijakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring, tidak semua siswa bisa melakukannya. Apalagi bagi siswa sekolah dasar (SD) yang notabene masih kecil dan tidak mempunyai gawai.

Kalaupun ada yang punya gawai, terkadang juga kesulitan untuk mengakses internet. Apalagi bagi siswa yang berada di pegunungan.

Prihatin dengan kondisi itu, Hartono (52) salah seorang guru di SDN 01 Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu rela mendatangi rumah muridnya yang tak punya gawai. Itu dilakukan agar mereka tetap mendapatkan pelajaran secara maksimal.

“Android ada, tapi tidak semua murid punya. Ada juga orang tua yang mengeluh biaya pulsa atau paketan, jadi tidak bisa aktif semua (dalam KBM daring),” terang Hartono, Kamis (23/7/2020).

Guru asal Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu ini awalnya merasa kasihan atas keluhan dari salah satu orang tua muridnya. Akhirnya, ia mendatangi rumah orang tua siswa tersebut untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka.

Meski demikian, Hartono tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti membawa handsanitizer maupun menggunakan masker.

“Dari situ saya kasihan dan memikirkan bagaimana anak-anak bisa tetap belajar. Akhirnya saya kunjungi rumahnya, karena saya merasa iba dan tidak tega, rencananya tak kunjungi semua,” terang dia.

Hartono yang merupakan seorang guru kelas enam definitif sejak tahun 2005 ini telah menjadwalkan kunjungannya. Dia berharap, dalam dua minggu ke depan bisa mendatangi rumah 32 siswanya secara bergantian.

“Memang saya utamakan kelas enam. Itu ada 32 anak. Kalau kelas lain belum, soalnya siswa dari kelas satu sampai kelas enam sejumlah 185 anak. Sementara Desa Cabak itu sangat luas,” imbuh dia.

Dedikasi yang dilakukan Hartono dalam dunia pendidikan ini memang atas inisiatif sendiri tanpa terkonsep dari pihak sekolah.

“Tujuan dan harapan saya supaya anak-anak tetap semangat belajar,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Ediyor: Supriyadi

Comments
Loading...