Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Selain Sengketa, Jual Beli Lahan PLTU Tanjung Jati B 5-6 Jepara Ternyata Belum Beres

MURIANEWS, Jepara – Proyek pembangunan PLTU Tanjung Jati B 5-6 di Desa Tubanan, Kembang, Jepara saat ini sudah memasuki tahap akhir. Meski begitu, proyek ini ternyata masih meninggalkan masalah.

Sejumlah lahan yang digunakan untuk membangun PLTU tersebut ternyata belum clear dan ada kata sepakat dengan pemilik tanah.

Padahal, pembangkit listrik ini akan menjadi pembangkit listrik yang akan dikelola oleh swasta murni di Indonesia.

Pernyataan tersebut diungkapkan Suliyat (63) salah satu Warga Desa Tubanan, yang lahannya sudah digunakan untuk pembangunan proyek tersebut.

Proses jual beli lahan milik Suliyat tidak berlangsung mulus, dan saat ini bahkan sampai dibawanya ke Gugatan Perdata di PN Jepara.

Baca: Sengketa Tanah Proyek PLTU Jepara, PT Central Java Power Digugat Rp 15 Miliar

Suliyat menyatakan, lahan warisan orang tuanya seluas 1.370 meter persegi sampai saat ini masih bermasalah. Lahan tersebut ternyata sudah dijual dan dibeli oleh PT Central Java Power (CJP) tanpa sepengetahuan pihaknya.

Sampai saat ini, ia pun masih berusaha mencari keadilan dengan menyampaikan gugatan perdata ke PN Jepara. Hingga saat ini persidangannya sedang berproses.

“Selain saya, sampai saat ini sebenarnya masih ada banyak warga yang mempermasalahkan soal proses jual beli lahan milik mereka. Sertifikat tanah masih dibawa mereka, namun nyatanya proyek ini sudah berjalan dan bahkan mendekati selesai. Ini bagaimana sebenarnya,” ujar Suliyat, Kamis (23/7/2020).

Suliyat menyebut sedikitnya ada sekitar 12-an warga yang masih belum sepenuhnya sepakat mengenai harga lahan mereka. Bahkan ada salah satunya yang cakupan lahannya cukup luas lebih dari empat hektare.

Baca: Enam Pegawai Proyek PLTU Dikabarkan Terpapar Covid-19

Sertifikat lahan tanah juga masih dibawa oleh masing-masing warga. Namun kenyataannya, proyek tetap berjalan terus dan kini sudah mendekati akan selesai.

Pihak-pihak di Proyek PLTU Tanjung Jati B 5-6 belum banyak bisa diminta konfirmasi mengenai masalah ini. MURIANEWS mencoba menghubungi salah satu pihak di PT CJP, namun belum mendapatkan jawaban.

PT CJP sendiri merupakan perusahaan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek. Sedangkan dari Sumitomo Corp selaku pemilik proyek ini juga belum memberikan jawaban secara jelas mengenai permasalahan-permasalahan ini.

Junichi Tanimoto pimpinan di Sumitomo Corp belum memberikan pernyataan apapun. Sementara deputynya, Bambang Wijanarko menyatakan persoalan ini sudah ada yang menanganinya.

Baca: Banyak Oknum Penguasa Diduga ‘Bermain’ Bisnis Besi Tua PLTU di Jepara

Meski tidak secara detail, Bambang Wijanarko menyatakan pihaknya mempunyai bagian legal (yang mengurusi persoalan hukum-red) yang sudah ditunjuk untuk menyikapi persoalan ini.

“Waduh kurang paham pak. Wah-wah kami punya bagian legal pak (yang mengurusi-red),” demikian bunyi pesan Whats App, yang disampaikan Bambang Wijanarko, Kamis (23/7/2020).

Sementara itu, perkembangan terakhir menyebutkan proses pembangunan proyek PLTU Tanjung Jati B 5-6 sudah mencapai 80 persen lebih untuk bidang konstruksi.

Sampai saat ini proyek masih terus berlangsung untuk menyelesaikan pembangunan tehnik sipilnya. Secara bertahap dipastikan tenaga kerja yang terserap di proyek ini jumlahnya juga akan segera menurun.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...