Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sengketa Tanah Proyek PLTU Jepara, PT Central Java Power Digugat Rp 15 Miliar

MURIANEWS, Jepara – Sidang Gugatan Perdata atas sebidang tanah di dalam lingkungan Proyek PLTU Tanjung Jati B 5-6 masih terus berlangsung di PN Jepara, hingga Kamis (23/7/2020).

Dua orang warga Desa Tubanan, masing-masing Suliyat (63) dan Susiati (52), masih mencoba mencari keadilan. Mereka mencoba mempertahankan hak atas warisan orang tuanya yang dijual oleh pihak lain untuk kepentingan proyek tersebut.

Melalui dua kuasa hukumnya yakni Suhardi dan Mulyanto, kakak beradik tersebut menyampaikan gugatan perdata kepada tiga pihak yang diduga merugikan mereka. Langkah ini dilakukan setelah upaya somasi dan penyelesaian secara damai tidak bersambut baik.

Sidang gugatan perdata ini akhirnya berlangsung di PN Jepara. Meski sudah beberapa kali berlangsung, sampai sidang yang digelar Rabu (23/7/2020) persoalan itu belum mencapai titik terang.

“Sebelumnya kami mewakili penggugat sudah menyampaikan somasi kepada tiga pihak. Namun semuanya gagal. Kami juga sudah menyampaikan kepada Bupati Jepara, Gubernur Jawa Tengah agar persoalan ini bisa selesai di luar pengadilan. Namun semuanya buntu, hingga akhirnya ada persidangan gugatan perdata ini,” ujar Suhardi SH., Rabu (23/7/2020) di PN Jepara.

Pada sidang Rabu (23/7/2020), Majelis Hakim PN Jepara yang terdiri dari Hakim Ketua Yuli Purnomo Sidi, Veni Mustikawati, dan Demi Hardiyantoro memutuskan untuk melihat langsung obyek yang disengketakan.

Majelis Hakim dan semua pihak terkait akan melihat langsung tanah yang saat ini berada di Proyek PLTU Tanjung Jati B 5-6.

“Silahkan para tergugat dan penggugat mempersiapkan diri untuk melihat langsung obyek yang disengketakan. Kita harus memastikan obyek yang disengketakan. Sidang akan dilanjutkan besok,” ujar Hakim Ketua Yuli Purnomosidi, Rabu (23/7/2020).

Kuasa hukum penggugat, Suhardi menyatakan, kliennya menyampaikan gugatan kepada tiga pihak, masing-masing Tabri dan Tasri yang menjual tanah, dan PT Central Java Power (CJP) yang membeli tanah tersebut.

Tanah seluas sekitar 1.370 meter persegi tersebut sebelumnya merupakan milik almarhumah  Suri Djemadin, orang tua dari kliennya. Namun tanpa sepengetahuan klienya selaku pemilik syah tanah, telah terjadi jual beli atas tanah tersebut.

“Klien kami selaku ahli waris yang syah menuntut agar tanah yang saat ini dikuasi PT CJP dikembalikan. Selanjutnya klien kami juga meminta ganti rugi atas semua dampak yang muncul dengan uang sejumlah Rp 15 miliar total secara keseluruhan,” ujar Suhardi.

Sementara itu, Kuasa Hukum pihak tergugat, Mohamad Akbar Fahreza dan Raditya Anugerah Titus  enggan memberikan peryataan apapun terkait kasus ini. Mereka menolak memberikan statemen apapun, karena menurut mereka, persidangan sedang berjalan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...