Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

UMK Ciptakan Alat Produksi Gagang Pisau Berbahan Limbah Plastik, Mampu Beroperasi 24 Jam Nonstop

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah dosen Universitas Muria Kudus (UMK) membuat alat produksi gagang pisau berbahan dasar limbah plastik.  Alat tersebut diberikan kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) pembuat pisau di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus.

Ketua Tim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) 2020 UMK Arif Setiawan mengatakan,  saat ini UMKM memiliki kendala yang hampir sama. Termasuk juga UD Hasil Logam yang memproduksi aneka jenis pisau.

“Minimnya alat produksi membuat kemampuan memang membuat hasil produksi UMKM terbatas. Selain itu, manajemen usaha dan pemasaran yang menjadi kendala karena masih tradisional,” katanya, Kamis (23/7/2020).

Menurutnya, beberapa permasalahan tersebut harus dicarikan solusi agar pengembangan UMKM bisa terus berjalan. Untuk itu, pihaknya menciptakan alat pembuat gagang pisau berbahan limbah plastik.

“Sebelumnya kami melihat praktik pembuataan pisau untuk menentukan alat seperti apa yang dibutuhkan oleh UMKM pisau itu. Setelah kami lihat, langsung membuat alat sesuai dengan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Ia menyatakan, pihaknya memang fokus membuat alat yang bisa mengolah bahan baku dari limbah plastik. Karena bahanya murah juga bisa membantu dalam upaya pengurangan sampah plastik.

Saat ini, alat pembuat gagang pisau untuk bahan limbah plastik sudah selesai dibuat dan bisa digunakan selama 24 jam nonstop.

“Satu kilo limbah plastik hargannya cuma sekitar Rp 6.000 dan satu kilogramnya bisa diproduksi menjadi 200 gagang pisau. Jadi sangat murah untuk produksinya, alat kami juga menggunakan gas untuk mengoprasikannya. Jadi cukup murah, untuk membuat satu gagang pisau hanya membutuhkan waktu dua menit saja,” jelasnya.

Tak hanya pemberian alat saja, kegiatan yang pendanannya oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristekbrin) itu juga melatih pemasaran secara online. Pihaknya juga telah membuatkan website www.sarihasillogam.com yang berisi katalog pisau yang dijual.

“Pemasaran online tentunya akan bisa memaksimalkan penjualan, sehingga harus perlu dilatih,” ucapnya.

Sementara pemilik UD Hasil Logam Sahri Baedhowi mengaku terbantu dengan adanya alat tersebut. Sehingga produksi pisau bisa lebih cepat dan juga lebih murah, apalagi dengan bahan dari limbah plastik. Selain itu pihaknya juga berterima kasih atas pelatihan dan pemasaran onlinenya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...