Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pembangunan Jembatan Ambrol Menuju Sendang Coyo Grobogan Butuh Dana Setengah Miliar

MURIANEWS, Grobogan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan merencanakan untuk melakukan penggantian atau pembangunan jembatan baru di Desa Jatiharjo, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, yang ambrol beberapa hari lalu.

Hal itu disampaikan Kabid Peningkatan Jalan dan Jembatan DPUPR Grobogan Erry Subagyo saat dimintai tanggapannya terkait ambrolnya jembatan yang jadi akses menuju objek wisata Sendang Coyo tersebut, Rabu (22/7/2020).

Menurut Erry, pihaknya sudah melakukan pembicaraan awal dengan Bappeda dan BPPKAD untuk mengajukan anggaran penanganan jembatan tersebut.

Untuk penanganan diusulkan dilakukan secara permanen dengan mengganti jembatan yang direncanakan lebih panjang dan lebar. Adapun anggaran yang diperlukan sekitar Rp 500 juta.

“Biayanya memang cukup besar, terutama untuk fondasinya karena harus dalam supaya tidak tergerus air. Semoga pengajuan anggaran penggantian jembatan itu bisa disetujui,” katanya.

Erry mengatakan, untuk saat ini, pihaknya baru sebatas melakukan penanganan darurat pada jembatan ambrol tersebut.

Yakni, dengan menguruk titik yang ambrol dengan material supaya bisa dilalui kendaraan roda dua dengan lebih aman.

“Untuk kendaraan roda empat harus lewat jalan alternatif dulu,” ujarnya.

Seperti diberitakan, jembatan sepanjang 10 meter dengan lebar empat meter tersebut ambrol di bagian ujungnya pada Jumat (17/7/2020) malam. Ambrolnya jembatan terjadi akibat fondasi di bawahnya yang tegerus air.

Akibat kejadian itu, jembatan tersebut tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Untuk akses roda empat dari Panunggalan menuju Jatiharjo hingga Sendang Coyo dialihkan lewat Desa Sidorejo.

Sementara kendaraan dari arah Desa Mlowokarangtalun dialihkan melalui Desa Pojok. Sedangkan untuk kendaraan roda dua masih memungkinkan untuk lewat.

Jembatan yang dibangun sekitar tahun 1974 itu berada pada ruas jalan yang statusnya milik kabupaten. Dengan demikian, yang memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan jembatan adalah DPUPR Grobogan.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...