Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Masalah Ekonomi Jadi Penyebab Banyaknya Perceraian di Pati

MURIANEWS, Pati – Mayoritas perceraian di Kabupaten Pati, ternyata didominasi oleh persoalan ekonomi. Ada juga yang karena alasan lain, tetapi itu hanya beberapa saja.

Juru Bicara Pengadilan Agama Pati Sutiyo mengatakan, dari registrasi perkara yang masuk, persoalan yang menjadi penyebab utama perceraian adalah karena ekonomi.

“Dari pengakuan, memang ada yang beberapa bulan bahkan tahun tidak dinafkahi oleh suami. Sehingga para istri itu lebih memilih jalur perceraian,” katanya, Selasa (21/7/2020).

Hal ini berbeda dengan kasus perceraian pada akhir 2019 lalu. Kasus perceraian di Pati justru didominasi oleh perselingkuhan dan zina.

Baca: Duh, Angka Perceraian di Pati Meningkat Drastis Selama Pandemi

Sutiyo menambahkan, masa pandemi ini trend penyebab perceraiannya memang berbeda. Ekomi menjadi alasan utama penggugat. Bahkan dikatakan setidaknya 77 persen penyebabnya adalah ekonomi, dalam artian nafkah tersendat.

“Ini kan bisa kita maklumi, karena masa pandemi. Kegiatan ekonomi di mana mana susah. Cari pekerjaan susah,” terangnya.

Sementara alasan lain, seperti istri atau suami merantau ke negeri seberang, hanya satu hingga dua persen saja.

Sementara kasus lain yang menjadi penyerta adalah perselingkuhan termasuk di kalangan Aparatur Sipil Negera (ASN). Hanya, lanjut Sutiyo, itu tidak sampai satu persen.

“Kalau keseluruhan, ekonomi masih menjadi penyebab utama perceraian selama pandemi ini,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...