Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Komisi VIII DPR RI Dipameri Mesin RT-PCR di Kudus, Bisa Cepat Deteksi Covid-19

MURIANEWS, Kudus – Rombongan Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kudus dalam rangka reses, Selasa (21/7/2020). Dalam kunjungan ini, para legislator itu dipameri dengan keistimewaan Mesin Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang dioperasikan di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menjelaskan jika keberadaan mesin RT-PCR sudah sebulan lebih dioperaiskan. Dengan mesin tersebut, pihaknya bisa mendeteksi pasien corona dengan lebih cepat.

“Kudus mendapat bantuan dari stakeholder baik dari pusat, provinsi, maupun kalangan swasta. Tak hanya APD, alat RT-PCR juga kami terima,” ucap dia.

Hartopo mengatakan, alat tersebutlah yang membawa Kabupaten Kudus menjadi zona merah. Karena banyaknya spesimen yang diuji dan hasilnya juga keluar lebih cepat dibanding sebelumnya.

“Ini karena kami lakukan skrining massal, mengingat Kudus jadi rujukan di eks-Karesidenan Pati. Mudah-mudahan Kudus kembali ke zona hijau,” ujarnya.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat memaparkan progam penanganan Covid-19 pada Komisi VIII DPR RI. (MURIANEWS/Istimewa)

Selain menjelaskan terkait penanganan Covid-19, Hartopo juga menjelaskan kondisi Kabupaten Kudus secara keseluruhan. Ia menyampaikan bagaimana kondisi Kabupaten Kudus baik secara geografis, kebudayaan, dan maupun lainnya.

Di mana secara geografis, kata dia, Kudus adalah kabupaten paling kecil di Jawa Tengah yang dihuni sekitar 880 ribu jiwa dan memiliki luas 425,2 km persegi.

“Kudus juga punya julukan, seperti Kota Santri, Kota Industri, bahkan Kota Wali. Ini karena ada dua makam wali, yakni makam Sunan Kudus dan Sunan Muria,” terangnya.

Sementara itu, Abdul Wachid, selaku Ketua Rombongan Komisi VIII DPR RI mengatakan, kunjungan kerja ini merupakan sarana menampung aspirasi dari kabupaten/kota atas kondisi yang tengah dihadapi.

“Kami ingin melihat di lapangan dan mengumpulkan data faktual agar kami dapat menampung semua aspirasi dari daerah,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...