Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tetap Digelar di Tengah Pandemi, Begini Konsep Tradisi Perang Obor Jepara Malam Ini

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Desa (Pemdes) Tegal Sambi, Tahunan, Jepara harus melakukan sejumlah penyesuaian terkait dengan ritual Perang Obor.

Tradisi yang menyedot perhatian banyak orang ini tetap dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan

Kepala Desa Tegalsambi Agus Santoso mengatakan, tradisi perang obor sampai saat ini memang tak bisa dihilangkan. Selain bagian dari tradisi sedekah bumi, tradisi ini diyakini akan menimbulkan ’masalah’ jika ditinggal.

Karena itu, meski di tengah pandemi, pihaknya tetap mencoba melakukan banyak penyesuaian dalam pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi Tegalsambi, termasuk di dalamnya tradisi Perang Obor.

”Karena pandemi Perang Obor kali ini tidak akan digelar seperti biasanya yang menggundang puluhan ribu penonton. Namun hanya digelar secara simbolis dengan dengan empat sampai enam pemain,” katanya.

Sedangkan obor yang akan digunakan juga tidak akan sebanyak biasanya. Jika biasanya mencapai ratusan obor, maka kali ini hanya akan dibuat 10 obor saja.

“Artinya momentum sedekah bumi tahun ini kita laksanakan dengan mengedukasi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Kami tidak meninggalkan tradisi yang merupakan kearifan lokal, namun ada penyesuaian. Dengan kata lain Sedekah Bumi kami laksanakan dengan minimalis. Kecil tetapi indah,” tambah Agus Santoso.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Zamroni Liztiaza menyatakan, Pemkab Jepara tetap memberikan kelonggaran untuk kegiatan tradisi desa.

Namun semua tetap harus mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan karena adanya pandemic. Kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan banyak orang, pasti tidak diperkenankan.

”Kami sudah konfirmasi mengenai tradisi Perang Obor ini. Kegiatan yang dilaksanakan hanya ritual secara terbatas. Pelaksanaannya juga tengah malam, dengan tujuan mencegah terjadinya kerumunan masyarakat,” terangnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...