Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Memulai KMB, Santri Baru Ponpes Balekambang Dikarantina 14 Hari

MURIANEWS, Jepara – Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlotul Mubtadiin Balekambang, Desa Gemiring Lor, Nalumsari, Jepara sudah memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KMB). Ratusan santri dari berbagai wilayah diserahterimakan orang tua kepada pengasuh ponpes, di masjid putra, Sabtu (18/7/2020) lalu.

Bahkan sejumlah pejabat termasuk Bupati Jepara Dian Kristiandi, Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto, Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Suharyanto, dan Kajari Jepara Saiful Bahri, ikut menyaksikan langsung kegiatan pembukaan KBM di Ponpes terbesar di Kabupaten Jepara ini.

Proses serah terima santri baru, dilakukan dengan  penerapan protokol covid secara ketat. Sejak di pintu utama pondok pesantren, para santri diperiksa ketat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara.

Selain harus membawa surat sehat, mereka juga harus melakukan rapid test untuk memastikan kondisi tubuhnya.

Pengasuh Ponpes Raudlotul Mubtadiin KH Mamun Abdullah Hadziq mengungkapkan, selain harus mengikuti rapid test, sekitar 256 santri baru ini akan menjalani karantina selama 14 hari di sekitar ponpes sebelum melakukan aktivitas belajar dan berkumpul dengan santri yang lama.

“Sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, maka para calon santri ini akan dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari sebelum berbaur dengan santri lama,” katanya.

Berbagai fasilitas penunjang dalam penerapan protokoler kesehatan. Fasilitas cuci tangan juga tersedia di banyak sudut ponpes ini, termasuk penyediaan masker untuk para santri.

Kepada para orangtua santri, diwanti-wanti agar tidak menjenguk putra-putrinnya ketika sudah masuk ke ponpes.

Sementara itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, ponpes yang akan melakukan kegiatan belajar mengajar harus memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Jika belum bisa menerapkan, maka pemerintah belum bisa memberikan izin. Di Ponpes Balekambang pihaknya menilai penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan dengan ketat.

Pihaknya berharap hal ini juga dilaksanakan oleh ponpes yang lain yang ingin memulai kembali kegiatan KBMnya.

“Dimulainya KBM di Ponpes Balaikambang, saya kira tidak ada masalah. Kendatipun ada Perbup Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), apa yang dilakukan oleh Popes Balaikambang sudah memenuhi protokol kesehatan,” ujar Dian Kristiandi.

Terpisah, Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Jepara, melalui Pejabat Humasnya, Badrodin, menyatakan sampai sejuah ini masih meminta agar proses KBM diakukan secara daring (online).

Jika ada institusi pendidikan yang ingin melakukan kegiatan KBM secara luring (langsung) harus mendapatkan persetujuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19.

“Sikap Kemenag Jepara tetap sesuai surat edaran yang kami sampaikan. Karena memang kondisinya masih belum memungkinkan, ya tetap dilakukan secara daring. Namun jika ada kebijakan dari Gugus Tugas, kami tentu harus menghormatinya,” ujar Badrodin, secara terpisah.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...