Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Anis Sholeh Baasyin: Pandemi Harusnya Jadi Momentum Pemersatu Bangsa

MURIANEWS, Pati – Pandemi Covid-19 yang melnada dunia, termasuk Indonesia, seharusnya menjadi momentum untuk mempersatukan bangsa. Sebab, apabila bangsa ini berlarut dalam pandemi, justru akan meruntuhkan bangsa itu sendiri.

Begitulah kalimat pembuka yang diutarakan oleh Anis Sholeh Baasyin dalam Suluk Maleman edisi 103 yang digelar secara streaming. Menurutnya persoalan kebangsaan seharusnya dapat menyatukan bangsa.

“Pandemi ini membutuhkan kebersamaan kita sebagai satu bangsa untuk maju ke depan. Kalau tidak ada langkah kenegarawanan, kita akan terpuruk dan bahkan mungkin masuk ke turbulensi dengan goncangan yang tinggi,” katanya.

Oleh karenanya, lanjut Anis, dia menyesalkan masih adanya upaya memperkeruh keadaan. Tidak terfokuskan pada kesehatan dan ekonomi namun membuat energi terkuras ke banyak hal yang tidak penting.

Sikap saling senggol dan saling sikat di media sosial yang semakin tinggi. Hal itulah yang kemudian rawan menyebabkan perpecahan sehingga sikap bersatu dalam memerangi pandemi sulit dilakukan.

“Padahal selain hak Allah, ada yang namanya hak adami atau hak kepada sesama manusia yang sangat penting posisinya Melanggar hak Allah cukup dilakukan dengan taubat nasuha; memohon ampun dantidak mengulanginya. Namun untuk pelanggaran hak adami tidak sesederhana itu untuk taubat,” terangnya .

Bhakan dalam sebuah cerita disebutkan Syekh Hasan Basri yang sampai tujuh hari tidak mampu makan lantaran setiap malam selalu bermimpi memakan daging bangkai. Mimpi itu terjadi setelah Hasan Basri berada di majelis dan mendengarkan orang berghibah. Kebetulan saat itu Hasan Basri tidak enak hati saat harus meninggalkan tempat. Namun meski diam dan tidak ikut campur namun telinganya tetap saja mendengar.

“Apalagi bila kita pelakunya. Di media sosial secara sadar atau tidak, seringkali kita melakukannya. Medsos sudah menjadi wahana untuk telanjang dan menelanjangi,” ungkapnya.

Anis pun kembali mengingatkan bahwa hubungan antar manusia sangat penting. Terutama saat pandemi seperti sekarang ini. Menganggap agama hanya sebatas hubungan dengan Allah dinilainya menjadi bentuk pengerdilkan agama itu sendiri.

“Semua memang berurusan dengan Allah. tapi realisasinya pada hubungan antar manusia dan alam, pada pemenuhan hak adami dan hak alami,” tegasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...