Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Konfercab KSPSI Kudus Mendapat Penolakan

MURIANEWS, Kudus – Konferensi cabang (Kofercab) yang rencananya digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kudus pada Sabtu (18/7/2020) besok, mendapat penolakan.

Penyebabnya, konfercab dinilai menyimpang dari komitmen awal dan adanya dugaan interfensi dari perusahaan.

Humas Tim Penyelamat KSPSI Kudus Achmad Fikri menilai, konfercab tersebut belum pada waktunya, serta belum memenuhi aturan yang ada.

Dimana secara resmi konfercab KSPSI di gelar minimal harus diikuti oleh lima federasi. Namun saat ini jumlah federasi yang terdaftar untuk mengikuti konfercab hanya empat federasi saja.

“Padahal anggota federasi KSPSI sebenarnya ada 12. Namun yang diakui hanya empat. Dan enam federasi yang lain tidak diakui dan dianggap tidak ada. Selain itu ada juga dua federasi yang mundur,” katanya, Jumat (17/7/2020) sore.

Jika memang tetap digelar pihaknya berharap semua federasi bisa diikutsertakan. Ia mengakui konfercab ini dilakukan setelah Wiyono yang merupakan Ketua KSPSI Kudus, mendapat mosi tidak percaya dari sejumlah federasi.

“Jadi kami akan tetap menolak konfercab yang diadakan besok. Ya karena tadi, tidak semua federasi diikutsertakan dalam konfercab itu. Terkait administasi yang kurang, nanti akan menjadi tugas untuk kepengurusan selanjutnya,” jelasnya.

Ia menyatakan, saat ini pihaknya berharap konfercab tersebut dibatalkan. Namun, jika empat federasi tersebut masih melakukan konfercab, piihaknya tidak segan melanjutkan hal ini ke meja hijau, untuk dilakukan pengujian kelayakannya secara hukum.

“Kami berharap KSPSI tetap menjadi organisasi dari buruh oleh buruh dan untuk buruh. Tidak ada campur tangan perusahaan,” tegas dia.

Terpisah, Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Apindo Kudus Bambang Sumadiono yang menjadi salah satu anggota dalam konfercab menyebut jika tidak ada tekanan apapun dari pihak perusaan.

“Tidak ada tekanan apapun. Kami juga tidak tahu menahu soal dua federasi yang mundur,” terangnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...