Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Imunisasi di Tujuh Puskesmas Kudus Tak Capai Target karena Pandemi, Pos Vaksinasi Jadi Solusi

MURIANEWS, Kudus – Proses imunisasi anak di di Kabupaten Kudus belum memenuhi target. Dari 19 puskesmas yang ada di kabupaten ini, hanya 12 puskesmas yang sudah mencapai target.

Artinya masih ada tujuh puskesmas lain yang belum mencapai target yang dicanangkan. Tujuh puskesmas itu yakni Puskesmas Tanjung Rejo, Jepang Rendeng, Rejosari, Jekulo, Wergu Wetan, dan Puskesmas Gribig.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Joko Dwi Putranto melalui Pengelola Program Imunisasi Ali Muhtadi mengatakan, faktor yang memengaruhi kurangnya pecapaian target imunisasi saat ini karena banyak orang tua yang takut membawa anaknya ke puskesmas.

“Memang kendalanya ada orang tua yang takut membawa anak ke puskesmas karena saat pandemi seperti ini mereka khawatir terpapar corona. Selain itu beberapa bulan kemarin kegiatan juga terfokus ke corona,” katanya, Jumat (17/7/2020).

Karena masalah itu, banyak puskesmas yang belum mencapai target imunisasi. Untuk target triwulan hingga bulan Juni baru tercapai 7.359 anak dari jumlah sasaran 15.322 anak atau baru 48 persen.

“Jika dipersentase rata-rata ktujuh puskesmas itu baru mencapai 31-43 persen. Yang paling tinggi melibihi target ada di Puskesmas Bae yang mencapai 53 persen,” ucapnya.

Meski demikian pihaknya menyatakan untuk saat ini imunisasi sudah mulai menggeliat dengan pembentukan pos vaksinasi di beberapa titik dengan penerapan protokol kesehatan.

“Sekarang sudah terjadwal. Dan orang tua juga sudah banyak yang mencari,” jelasnya.

Sementara untuk siswa sekolah, karena belum ada tatap muka, kemungkinan juga belum bisa melaksanakan imunisasi yang dimulai bulan depan.

Padahal di bulan Agustus dan September nanti ada imunisasi Mealess Rubella (MR) dan toksoid difteri dan tetanus (DT).

“Sasaranya untu kelas satu, dua dan juga kelas lima. Kami akan komunikasikan dengan Disdikpora Kudus, karena imunisasi MR dan DT sangatlah penting. Kalau tidak divaksin, lima tahun kemudiam bisa jadi bumerang yang berbahaya,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...