Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bukit Puser Angin Raja Ampatnya Kudus, Tantang Adrenalin Goweser Pecinta Medan Ekstrem

MURIANEWS, Kudus – Di Kabupaten Kudus, terdapat destinasi wisata alam bak Raja Ampat Papua yakni  Bukit Puser Angin yang berada di Dusun Karangsubur, Desa Klaling, Kecamatan Jekulo. Tempat ini pun tengah viral sejak beberapa pekan lalu.

Dengan keindahan alam bukit setinggi kurang lebih 800 Mdpl dan berada di atas Bendungan Logung, serta dikelilingi perbukitan yang sangat indah, bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Apalagi saat sore hari, sembari menunggu dan menikmati matahari tenggelam wisatawan bisa menikmati sejuknya udara sore, serta  berswa foto di tengah pemandangan yang indah itu.

Untuk perjalanan mencapai ke lokasi, membutuhkan waktu 40 menit dengan menggunakan sepeda motor serta berjarak sekitar 16 Km dari pusat kota. Namun saat ke sana sangat tidak direkomendasikan menggunakan kendaraan roda empat atau mobil.

Pasalnya jalan yang dilalui terbilang cukup ekstrem. Sebelum mencapai ke bukit Puser Angin Anda harus melalui Jalan tanah cadas selebar tiga meter yang berpadu oleh bebatuan dengan jarak sejauh empat kilometer.

Medan yang menantang cocok untuk memacu adrenalin para goweser yang suka medan ekstrem. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Tapi jalur ini sangat cocok untuk para goweser pecinta sepeda gunung. Dengan medan tanah cadas yang naik turun bisa menantang adrenalin Anda untuk terus menggowes pedal sepeda.

Seperti yang dilakukan Ihsan Fadhilah (36) salah seorang wisatawan lokal warga Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kudus yang datang ke bukit Puser Angin menggunakan sepeda gunung.

“Medan yang dilalui memang cukup susah, jalannya tanah terjal dan ada juga bebatuan yang membuat cukup susah untuk dilewati,” katanya Kamis (16/7/2020) petang.

Ia bercerita, hanya berani datang di saat cuaca  cerah. Namun, saat hujan ia mengaku tak berani untuk gowes ke Bukit Puser Angin. Pasalnya jalan akan semakin licin dan sangat susah dilalui karena jalan berlumpur.

“Kalau hujan saya tidak berani, karena medan tanah akan sangat licin. Kalau tidak hujan saya berani,” ujarnya.

Sebelum ramai dan viral beberapa pekan lalu di media sosial, ia sudah pernah ke sana beberapa kali karena dekat dari rumah. Hanya cukup menempuh waktu sekitar 30 menit menggunakan sepeda dari rumahnya.

Namun sekarang, banyak wisatawan yang datang karena viral dan banyak juga yang menyebutnya sebagai Raja Ampatnya kudus.

“Kalau lihat dari atas ke bawah di tengahnya ada seperti pulau yang mirip Raja Ampat di Papua. Jadi kebanyakan orang bilang Raja Ampatnya Kudus,” ucapnya.

Ia mengakui setelah viral saat ia datang beberapa waktu lalu banyak sampah yang berserakan.”Beruntung kali ini sudah dibersihkan dan sampahnya berkurang. Saya saja ini tadi beli jajan bungkusnya saya bawa, saya taruh di bawah sadel sepeda,” jelasnya.

Sementara itu, pengunjung lain yang datang dengan pasangan Erlin Erningtyas (23) dan Fatah Khoirul Latif (25) mengakui datang untuk survei lokasi prewedding.

“Rumah saya tidak terlalu jauh dari sini. Tapi memang baru pertama kali datang karena penasaran dan banyak yang menyebut Raja Ampatnya Kudus,” terang Elin gadis asal Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus itu.

Ia mengaku mengetahui tempat dari status WhatsApp dan media sosial teman-temanya. Sehingga ia mengajak calon suaminya untuk datang ke sana sekaligus survei mencari tempat untuk foto prewedding.

“Ternyata memang bagus pemandanganya. Pantas saja disebut Raja Ampatnya kudus karena ada pulau di tengah seperti di Raja Ampat Papua,” imbuhnya.

Meski  demikian, ia mengaku sangat sulit untuk menuju ke lokasi tersebut karena jalan yang masih berupa tanah dan sangat terjal. Selain itu,  kondisi jalan yang tidak rata juga membuatnya khawatir jika sampai terperosok.

Ia berharap pemerintah daerah bisa  memperbaiki kondisi jalan tersebut agar para pengunjung tetap nyaman. “Kalau bisa diperbaiki jalannya, dan menambah lagi fasilitas yang ada di atas bukit,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...