Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kasus Suap PDAM Kudus, Kejati Dalami Keterlibatan Bupati Nonaktif dan Plt Bupati

MURIANEWS, Kudus – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah telah menahan Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini, Kamis (16/7/2020). Kini Kejati juga tengah mendalami keterlibatan sejumlah nama penting dalam dugaan kasus suap pengangkatan pegawai itu.

Termasuk di antaranya ada atau tidaknya keterlibatan Bupati Kudus nonaktif HM Tamzil dan Plt Bupati Kudus Hartopo. Pasalnya, Kejati Jateng menengarai kasus suap ini berlangsung sejak 2019.

“Kami masih mendalami apakah ada kaitannya, baik bupati nonaktif ataupun Plt bupati,” kata Aspidsus Kejati Jawa Tengah Ketut Sumedana kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).

Sampai saat ini sendiri, pihak Kejati, sudah menahan Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini dan satu orang dari pihak swasta dengan inisial SO. “Penetapan tersangkanya sudah sejak 27 Juni lalu,” ujarnya.

Baca : Direktur PDAM Kudus Ditahan Kejati Jawa Tengah

Selain itu, pihak kejaksaan juga telah menemukan sudah ada sebanyak 16 orang pegawai yang mengaku telah membayar untuk diangkat jadi pegawai PDAM Kudus. Dengan total uang yakni Rp 720 juta.

Rata-rata dari mereka membayar sekitar Rp 10 juta hingga Rp 65 juta. Jumlah tersebut adalah jumlah yang sudah terungkap.

Baca: Bupati Tamzil Divonis Delapan Tahun Penjara

Pihaknya pun kini masih mendalami hal ini. Karena berdasarkan data yang diperoleh, sudah ada 27 pegawai baru yang diangkat selama tahun 2019 hingga 2020 ini.

“Kalau kami lihat unsur korban, ada dugaan unsur pemaksaan,” jelas dia.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan, Plt Bupati Kudus HM Hartopo yang coba dikonfirmasi melalui telepon maupun pesan WA belum merespon.

Seperti diketahui Bupati Kudus nonaktif HM Tamzil kini juga tengah menjalani proses hukum atas kasus jual beli jabatan. Ia telah divonis penjara delapan tahun oleh Pengadilan Tipikor Semarang.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...