Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Penerbangan Perdana di Bandara Ngloram Blora Direncanakan 17 September 2020

MURIANEWS, Blora – Pembangunan kawasan Bandara Ngloram, di Kecamatan Cepu Blora masih terus dilakukan dalam beberapa tahun ke depan. Meski demikian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) rencananya akan membuka penerbangan pertama di Bandara Ngloram pada 17 September 2020 mendatang.

Hal ini terungkap dalam paparan Kepala Unit Penyelenggara Bandara Dewadaru dan General Manager (GM) Service Lion Air Group, Rabu (15/7/2020) malam.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Dewadaru Ariadi Widiawan yang ditugasi Kemenhub untuk mengawal pembangunan Bandara Ngloram membenarkan bahwa pihaknya berkeinginan agar penerbangan perdana dilakukan 17 September 2020 nanti.

Yakni, setelah dilakukan perpanjangan runway atau landasan dari 1.200 meter menjadi 1.500 meter.

“Sedianya akan diperpanjang hingga 1.600 meter. Namun karena pembebasan lahannya masih terkendala anggaran yang dialihkan untuk pandemi Covid-19 oleh Pemprov Jateng. Sehingga kami sementara hanya bisa melakukan perpanjangan hingga 1.500 meter,” ucap Ariadi.

Selain perpanjangan runway, Kemenhub di 2020 ini juga melaksanakan rekonstruksi dan pelebaran apron, pembangunan gedung terminal sementara, pemasangan AFL dan melanjutkan pemasangan pagar pengaman bandara.

Sebenarnya ada 19 paket pekerjaan di 2020 ini, namun karena masih pandemi sehingga hanya lima paket itu tadi yang bisa berjalan. Jika menunggu pandemi selesai, diperkirakan bisa sampai tahun 2023 baru jadi semuanya.

“Itu terlalu lama, sehingga kami buat terminal sementara dulu dan melobby Lion Air Group untuk bisa membuka penerbangan di akhir 2020. Target kami, 17 September nanti yang bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional ada penerbangan perdana di Ngloram sebagai kado untuk masyarakat Blora yang sudah lama memimpikan adanya bandara,” terang Ariadi.

Pihaknya mengakui masih ada beberapa kekurangan karena terminal bandaranya juga masih sementara. Begitu juga jalan akses masuk bandara masih jalan sementara yang kondisinya belum bagus. Namun setidaknya sudah bisa untuk landing dan take off pesawat jenis ATR 72.

Sementara itu, General Manager (GM) Lion Air Group Ari Azhari menyatakan ketertarikannya membuka penerbangan di Bandara Ngloram. Awalnya, pihaknya ingin membawa pesawat boeing 737-800.

Namun mengingat landasannya nanti baru tersedia 1.500 meter maka yang paling memungkinkan adalah pesawat Wings Air ATR-72.

“Karena landasannya masih 1.500 meter maka yang cocok adanya Wings Air ATR-72 sebagai pesawat pengumpan penumpang menuju Halim Perdana Kusuma Jakarta atau Surabaya. Setibanya di Jakarta bisa langsung lanjut ke Palembang, Banjarmasin, Lampung dan lainnya, terhubung langsung. Jadi ketika memegang tiket Cepu Blora-Jakarta secara otomatis akan terhubung dengan jadwal penerbangan selanjutnya menuju kota lain,” ungkap Ari Azhari.

Menurutnya, Bandara Ngloram memiliki potensi penerbangan yang besar. Terlebih ada industri migas di sekitarnya. Selain itu, ada juga pusat pendidikan migas, Perhutani, Exxon Mobil, dan Semen Indonesia.

“Setelah kami hitung jarak tempuh dari Bandara Ngloram ke Halim Jakarta sekitar 1 jam 30 menit, dengan biaya operasional batas atasnya Rp 1,8 juta per penumpang. Semakin banyak penumpang maka biaya operasionalnya bisa semakin kecil. Kami mohon kerja samanya dengan pimpinan daerah,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...