Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tambah 24 Kasus Lagi, Total Pasien Positif di Jepara Kini 748 Orang

MURIANEWS, Jepara – Penambahan kasus baru positif Covid-19 masih terus terjadi di wilayah Kabupaten Jepara. Kamis (16/7/2020) jumlah kasus positif Covid di Wilayah Kabupaten Jepara bertambah 24 kasus.

Sehingga secara keseluruhan mencapai 748 kasus. Kasus-kasus baru yang terkonfirmasi terakhir terjadi di beberapa wilayah kecamatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara, dr M Fakhrudin menyatakan penambahan besar terjadi di wilayah Kecamatan Kedung. Di wilayah ini muncul sembilan kasus baru. Sedangkan dari wilayah Kecamatan Mayong terkonfirmasi muncul empat kasus baru positif Covid-19.

Kasus positif Covid-19 yang lain muncul di wilayah Kecamatan Pecangaan terkonfirmasi tiga kasus baru. Lalu dari delapan wilayah kecamatan muncul masing-masing satu kasus baru positif Covid-19.

Kecamatan-kecamatan tersebut adalah Kalinyamatan, Welahan, Jepara Kota, Bangsri, Keling, Tahunan, Donorojo, dan Kembang.

“Itu hasil lab yang kami terima semalam sekitar jam 21.00 WIB. Semuanya ada 24 kasus baru positif Covid-19. Seluruhnya berarti sudah mencapa 748 kasus positif covid, termasuk orang-orang dari luar daerah yang juga terkonfirmasi positif di Jepara,” ujar dr M Fakhrudin, Kamis (16/7/2020).

Sementara itu Bupati Jepara, Dian Kristiandi yang juga menjabat sebagai Ketua GTPP Covid-19 Jepara menyatakan, pihaknya akan berupaya mendorong lebih keras peran serta masyarakat agar bisa muncul.

Partisipasi ini menurutnya sangat dbutuhkan dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi di Jepara.

Penerapan protokol kesehatan juga menjadi bagian penting dari upaya yang dilakukan pihaknya. Beberapa rumusan akan diterapkan kepada masyarakat secara lebih tegas lagi, dalam kaitan penerapan protokol kesehatan. Sehingga masyarakat bisa menjadikan protokol kesehatan ini sebagai bagian dari kebutuhannya sendiri.

“Kami sudah mengarahkan agar program Jogo Tonggo bisa lebih dimaksimalkan lagi perannya. Mereka yang tergabung di Jogo Tonggo harus memahami bagaimana tugas-tugas dan kewenangan mereka. Termasuk dalam hal ini mengenai masalah penerapan protokol kesehatan, mereka diberi wewenang untuk memberikan teguran pada mereka yang tidak mengindahkan,” ujar Dian Kristiandi, Kamis (16/7/2020).

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...