Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pasien Positif Covid-19 di Jepara Bertambah Lagi 16 Orang

MURIANEWS, Jepara –  Kasus positif Covid-19 di Jepara kembali bertambah. Kali ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara mencatat ada tambahan 16 kasus.

Dengan tambahan ini, jumlah kasus positif Covid-19 di Jepara sudah mencapai 724 kasus. Jumlah ini membawa Jepara di posisi kedua terbanyak di Jawa Tengah setelah Kota Semarang.

Juru Bicara GTPP Covid 19 Jepara dr M Fakhrudin menyatakan kasus terbanyak kali ini terjadi di Kecamatan Pakis Aji. Dari wilayah ini muncul enam kasus positif covid baru.

Baca: Jumlah Kasus Positif Covid-19 Tembus 708 Orang, RS di Jepara Overload

Sedangkan dari Kecamatan Jepara dan Mlonggo, masing-masing terkonfirmasi tiga kasus baru positif covid.

Wilayah lainnya yang juga terkonfirmasi mendapatkan kasus baru adalah Kecamatan Nalumsari dengan dua tambahan kasus. Dua kasus lainya muncul dari Kecamatan Bangsri dan Karangrejo Kabupaten Grobogan.

“Ada satu warga luar daerah lagi yang terkonfirmasi positif covid. Seorang warga Grobogan terkonfirmasi saat menjalani pengobatan di Jepara. Dengan demikian yang dari luar daerah sudah ada yang dari Kudus, Demak, Pati dan kali ini Grobogan,” ujar dr M Fakhrudin, Rabu (15/7/2020).

Baca: Pemuda Asal Bangsri Jepara Dilantik Jadi Perwira TNI AL oleh Presiden

Sementara itu, langkah-langkah GTPP Covid 19 Jepara masih terus mendapatkan sorotan. Menyusul munculnya kasus-kasus positif covid di lingkungan ASN, belum terlihat jelas langkah-langkah yang diambil. Kasus-kasus positif di lingkungan ASN dikhawatirkan akan memunculkan klaster-klaster baru.

Zakariya Ansori, pengamat sosial dan budaya di Jepara, menyatakan langkah GTPP Covid 19 Jepara, dalam penanganannya masih belum jelas. Penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional sampai saat ini juga belum berlangsung sesuai dengan harapan.

“Pasar selama ini menjadi salah satu sumber penularan covid. Namun sampai saat jni tidak jelas bagaimana pengelolaan penerapan protokol kesehatannya,” ujar Zakariya Ansori, Rabu (15/7/2020).

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...