Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Empat Jembatan di Kudus Segera Diperbaiki, Disiapkan Rp 2,2 Miliar

MURIANEWS, Kudus – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus menyiapkan dana sebanyak Rp 2,2 miliar untuk perbaikann empat jembatan di Kudus. Pengerjaannya pun segera dilakukan.

Dari empat proyek tersebut, tiga di antaranya akan dikerjakan melalui proses lelang. Sementara satu lainnya akan dikerjakan melalui penunjukan langsung.

“Untuk yang penunjukan pengerjaannya di Mlati Norowito, Kecamatan Kota,” kata Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Kudus Harry Wibowo Rabu, (15/7/2020).

Ia mengatakan, untuk  tiga proyek pembangunan jembatan yang menggunakan sistem lelang yakni Jembatan Jalan Garung Lor-Getasrabi,  kemudian di Jalan Gajian-Watu Putih, serta di Jalan Blolo-Nganti.

Diluar pengerjaan empat jembatan tersebut, ada satu pengerjaan perbaikan jembatan yang akan diambilkan dari anggaran perawatan. Yakni Jembatan Honggosoco yang kini kondisinya berlubang. “Anggaran perbaikannya sebesar Rp 250 juta,” lanjut dia.

Untuk sementara, jembatan dengan panjang 51 meter tersebut diberi sejumlah tong, guna menghindari truk bertonase lebih dari delapan ton melintasi jembatan tersebut. “Karena batas maksimalnya memang delapan ton,” lanjut dia.

Sejumlah rambu pengalihan arus juga sudah dipasang pihaknya. Hal tersebut dilakukan agar pengendara bermuatan besar bisa lewat jalur alternatif yang ada.

“Pengemudi juga bisa ancang-ancang dan tidak putar balik saat akan masuk jembatan,” tambahnya.

Karena ditengah pandemi, pihaknya pun memastikan pengerjaan sejumlah proyek perbaikan jalan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selain diwajibkan memakai masker saat bekerja di luar, para pekerja juga tetap diminta untuk menjaga jarak satu pekerja dengan pekerja yang lainnya apabila dimungkinkan.

Selain penerapan protokoler kesehatan untuk masing-masing individu, pihaknya juga melakukan pengurangan pekerja dalam satu proyek yang dikerjakan, yakni perbaikan jalan dengan anggaran rutin.

Hari mengatakan, apabila sebelumnya setiap tim bisa menggunakan antara 12 tenaga kerja, kini hanya menggunakan delapan sampai sepuluh pekerja saja. “Untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...