Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Es Dawet Duriannya Laku Keras, Gadis di Kudus Ini Tak Mau Jadi Pegawai Usai Lulus Kuliah

MURIANEWS, Kudus – Minuman tradisional seperti es dawet biasanya disajikan dengan perpaduan dawet atau cendol yang dilengkapi dengan gula merah cair dan juga santan. Namun, berbeda dengan olahan es dawet yang ada di Dapoer Gentong Kudus.

Di tempat ini, es dawet disajikan dengan topping yang bervariasi seperti durian, cincau, alpukat, tape ketan, tape singkong, hingga nangka yang disiram dengan olahan santan serta gula merah cair yang melimpah.

Dapoer Gentong berada di Jalan Lingkar Utara, Desa Pegajaran, Kecamatan Bae, Kudus. Ini merupakan usaha yang dirintis gadis cantik bernama Siti Rahmawati (24) alumni Universitas PGRI Semarang semenjak bulan Maret 2020 lalu.

Diceritakannya, usahanya tersebut dirintis setelah ia lulus kuliah di awal tahun 2020. Karena memang ia lebih suka berwirausaha daripada menjadi pegawai atau ikut bekerja dengan orang lain.

“Usaha saya ini kerja sama dengan paman saya yang juga punya usaha rumah makan di Jakarta. Karena dasarnya saya suka kuliner dan bisnis, jadi ingin menjadi wirausaha dan membuka lapangan kerja baru,” katanya Selasa (14/7/2020).

Siti Rahmawati tengah menyiapkan es dawet durian pesanan pelanggan. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Ia menyatakan, es dawet durian buatanya tersebut  terinspirasi dari dawet durian yang ada di Semarang. Untuk duriannya ia sudah ada agen sendiri, dan langsung mendatangkannya dari Medan.

“Saya kira kalau di Kudus belum ada es dawet durian, jadi saya buat itu. Dan sepertinya pertama kali yang ada di Kudus,” ucapnya.

Meski baru beberapa bulan, ia mengaku pelanggannya tak hanya dari Kudus. Bahkan kota tetangga mulai dari Jepara, Demak, Pati, hingga Semarang.

Dalam satu hari  bisa menjual hingga 100 porsi es dawet, sementara untuk weekend ia bisa menjual mulai 300 porsi hingga 500 porsi.

“Es dawet original saya hargai Rp 5 ribu, untuk es dawet durian komplit Rp 18 ribu. Ada juga yang Rp 10 ribu dan Rp 12 ribu, tergantung topping yang dipilih,” jelas gadis asal Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus itu.

Selain menu andalan es dawet durian, di sana juga ada beberapa menu lain seperti Soto Gentong,  Sup Balungan, Soto Mie, Ayam, Bebek, Gorengan, es teh, es jeruk dan minuman lain.

“Di sini yang paling laku es dawet durian, sup balungan dan soto gentong. Untuk soto gentong itu seperti soto ayam. Namun, yang membedakan yakni kuahnya khas dari Dapoer Gentong,” ujarnya.

Sementara itu, Dimas Bagus (24) salah seorang pelanggan asal Jepara mengatakan datang ke Dapoer Gentong karena penasaran dan pas kebetulan lewat.

“Tadi saya pas kebetulan lewat lihat ada seperti kedai es yang ada buah durian digantung. Karena saya suka durian, jadi mampir untuk mencobanya.” terangnya.

Ia mengakui, dari rasanya memang sangat enak, perpaduan santan, cendol, durian dan gula yang sangat melimpah menjadi pembeda dari penjual es dawet lain.

“Kalau pas ke Kudus pasti ke sini lagi. Cocok untuk hidangan segar di siang hari. Bisa jadi referensi buat teman yang lain juga,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...