Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Penjualan Hewan Kurban di Kudus Lesu Terimbas Pandemi

MURIANEWS, Kudus – Menjelang Hari Raya Idul Adha, biasanya penjualan hewan kurban seperti kambing, sapi dan juga kerbau selalu meningkat. Namun, di tengah pandemi seperti ini penjualannya cenderung lesu.

Hal tersebut seperti yang dirasakan Mohammad Shodri (50) pedagang hewan asal Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus. Usaha yang sudah ditekuninnya turun-temurun selama 40 tahun tersebut kini mengalami penurunan penjualan.

Dikatakannya, jika pada dua pekan sebelum Idul Adha tahun lalu, ia sudah bisa menjual sekitar 40 ekor sapi dan kerbau. Tapi saat ini dia baru bisa menjual 29 ekor saja.

“Memang ada penurunan hampir 50 persen. Ini  yang terjual baru 26 ekor kerbau dan tiga ekor sapi. Tahun lalu bisa menjual 47 ekor kerbau dan delapan sapi untuk kurban,” katanya, Selasa (14/7/2020).

Penurunan penjualan tersebut, lanjut Shodri, karena dipengaruhi banyak faktor. Selain karena perekonomian yang menurun, juga karena banyak instansi seperti sekolahan yang tak melakukan kurban.

“Biasanya kan anak sekolah ada iuran untuk kurban, tapi sekolah kali ini kan masih belum tatap muka. Kemungkinan karena itu,” jelas pria yang juga menjadi perangkat desa itu.

Sementara untuk harganya, ia mengaku memang ada kenaikan sekitar 10 hingga 20 persen dari hari biasa.

“Hargannya bervariasi mulai dari Rp 18 juta hingga Rp 35 juta untuk kerbau dan juga sapi. Tergantung jenis, berat dan besar kecilnya. Harga itu sudah termasuk perawatan hingga pengiriman H-1 sekaligus ongkos kirim,” ucapnya.

Sementara untuk penjualannya sendiri, selain pembeli dari Kudus juga banyak yang dari luar kota. Seperti Jepara, Demak, Pati, hingga Semarang.

Hewan-hewan kurban yang dijualnya, banyak yang didatangkan dari luar kota. Seperti dari Pekalongan, Banyuwangi, hingga Jatirogo, Jawa Timur.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...