Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mahasiswa UMK Ciptakan Inovasi Permainan Baru, Belajar Matematika Hingga Mengenal Budaya Kudus

MURIANEWS, Kudus – Empat mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Muria Kudus (UMK) membuat alat permainan pembelajaran menarik yang dinamai Monopoli Matematika (Politika).

Permainan tersebut dibuat oleh empat mahasiswa bernama Vany Diah Puspita Sari, Miqdam Maulana, Shinta Herawati, dan Arung Nugroso Sumarno Putra. Uniknya, saat bermain Politika bisa digunakan untuk belajar materi matematika dan juga mengenalkan budaya di Kabupaten Kudus.

Pasalnya, di dalam Politika itu berisi gambar budaya di Kabupaten Kudus. Untuk materinya bisa digunakan untuk semua tingkat. Artinya bisa digunakan untuk anak usia sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekolah menengah atas (SMA).

“Cara bermainnya akan tetap sama. Namun, materinya bisa diubah–ubah,” kata Vany Diah Puspita Sari, Mahasiswa UMK Prodi Matematika, Senin (13/7/2020).

Permainan tersebut dibuat dari triplek kayu berbentuk kotak, di bagian atas terdapat gambar-gambar dan juga kartu.

“Ada tiga jenis kartu pertanyaan yang sudah disiapkan yakni kartu dengan pertanyaan tingkat mudah, sedang hingga kartu pertanyaan tingkat sulit,” ujarnya.

Pemainan Monopoli Matematika yang dibuat Mahasiswa UMK. (MURIANEWS/ Istimewa)

 

Penentuan pertanyaan tersebut tergantung saat melempar dua dadu yang disiapkan dalam permainan Politika itu. Setelah dadu tersebut berhenti dan menunjukkan nilainya, maka pemain bisa memulai permainan dengan diawali dari start.

Setiap berhenti, pemain bisa mendapatkan level pertanyaan, hukuman, dan bebas berhenti. Setelah itu siswa bisa mengambil kartu pertanyaan sesuai dengan level yang didapat atau mengambil kartu hukuman.

Jika pemain menjawab dengan benar, di level satu akan mendapatkan skor lima, jika di level dua akan mendapatkan skor sepuluh, dan jika menjawab benar di level tiga akan mendapatkan skor 15. Jika pemain menjawab salah, skornya akan dikurangi satu.

“Karena sasarannya pelajar, kami buat semenarik mungkin. Jadi belajarnya akan lebih mengasyikkan dan tidak membosankan,” ujarnya.

Dari permainan tersebut, akan banyak manfaat yang didapat. Untuk guru bisa mempermudah dalam penyampaian materi. Sedangkan untuk pemain (siswa) akan lebih mudah mengerti, hingga meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

Untuk saat ini, sudah ada SD yang memesan permainan Politika sebanyak tujuh buah untuk pembelajaran di sekolah. SD tersebut tertarik membeli karena materi bisa digunakan untuk membantu proses belajar mengajar matematika, apalagi dengan cara bermain.

“Menggunakan metode permainan dalam pembelajaran ada keasyikan tersendiri bagi siswa, sehingga akan tertarik dan mudah untuk menangkap, dan memahami materi yang disampaikan.Kami membuat Politika karena banyak yang kurang suka dengan matematika karena dirasa sulit ” pangkasnya.

Sementara Dosen Prodi Pendidikan Matematika Savitri Wanabuliandari mengakui ide permainan yang dibuat keempat mahasiswanya tersebut sangatlah menarik. Karena bisa membuat siswa lebih nyaman dalam belajar matematika.

Selain itu, pihaknya juga menilai proses pembuatanya sudah cukup bagus, apalagi sejak awal ia terus melakukan koordinasi untuk penyempurnaannya.

“Karena dianggap sangat menarik dalam membantu pembelajaran, saat ini sudah ada SD yang memesan Politika,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...