Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Pekerja di Kudus yang Kena PHK Diberi Pelatihan dari BPJamsostek

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 225 pekerja di  Kudus yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) mendapat pelatihan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan. Selain mereka, orang yang berhenti bekerja pada masa pandemi juga mendapat pelatihan juga.

Pelatihan tersebut, diberi label Vokasi Asik BPJamsostek, dengan melibatkan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus.

Pejabat Pengganti Sementara (Pps) Kepala BPJamsostek Cabang Kudus Fajar Tri Utomo mengatakan, sejumlah bidang yang mendapat pelatihan di antaranya memasak dan welding atau pengelasan.

“Ada juga kursus pembuatan alat pelindung diri (APD) mulai dari masker, face shield dan hazmat,” katanya, Senin (13/7/2020).

Fajar menjelaskan, kegiatan vokasi ini merupakan bentuk kepedulian BPJamsostek terhadap pekerja yang belum punya pekerjaan. Selain itu juga dalam rangka memberikan keterampilan baru yang nantinya akan bermanfaaat bagi para pekerja.

“Apalagi mereka yang belum bekerja, harapannya bisa memperoleh pekerjaan kembali dengan tambahan keahlian dan keterampilan,” ujarnya.

Pelatihan sendiri, kata dia, juga tak dipungut biaya. Peserta, juga akan mendapatkan fasilitas mulai dari sertifikat kompetensi dan uang saku selama pelatihan.

Untuk teknisnya, pelatihan vokasi tersebut akan dibagi menjadi tiga kelompok. Yakni kelompok pertama sebanyak 60 peserta. Dengan waktu 13-24 Juli 2020 mendatang.

Kemudian kelompok kedua, akan diikuti 120 peserta yang akan berlangsung mulai 4-18 Agustus 2020. Serta kelompok ketiga diikuti 45 peserta. “Akan berlangsung mulai dari tanggal 1-14 September 2020 mendatang,” rincinya.

Baca: Pandemi, Ratusan Buruh di Pati Dirumahkan dan Di-PHK

Persyaratan untuk menjadi peserta pelatihan vokasi, di antaranya harus sudah pernah menjadi peserta BPJamsostek minimal 12 bulan. Serta masih dalam usia produktif maksimal 40 tahun dan bersedia mengikuti pelatihan secara bersungguh-sungguh sampai selesai. “Jumlah peserta bisa saja bertambah untuk ke depannya,” jelas dia.

Andik Fito, salah satu peserta pelatihan mengaku bersyukur bisa ikut pelatihan. Sejak berhenti bekerja dari perusahaan roti sejak Februari 2020 lalu. Dia saat ini memang menganggur dan belum mendapatkan pekerjaan lagi.

Bidang keahlian yang diminatinya, adalah pengelasan. Karena selama bekerja di perusahaan sebelumnya memang tertarik untuk menekuni keahlian tersebut.

“Rencananya, memang ingin membuka usaha pengelasan sehingga tidak perlu lagi mencari pekerjaan karena setiap kontrak habis tidak diperpanjang harus mencari lagi,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...