Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

SD 4 Jepang Kudus Kesulitan KBM Online, Guru Terpaksa Keliling Rumah Siswa

MURIANEWS, Kudus – Pembelajaran secara daring untuk siswa di masa pandemi Covid -19 ternyata tak selalu berjalan mulus. Salah satunya dialami SD 4 Jepang, Kudus, yang kesulitan untuk menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara online.

Bahkan guru di sekolah ini harus keliling doo to door ke rumah siswa untuk memberi pelajaran dan tugas kepada siswanya.

Kepala SD 4 Jepang Sri Utami mengakui hal ini. Pihaknya memang kesulitan untuk melakukan pembelajaran daring yang dimulai semenjak pertengahan Maret 2020 lalu itu.

Ia mengatakan, harus keliling ke rumah siswa, lantaran banyak yang tak memiliki HP untuk proses KBM online.

“Dari total 92 siswa di sini,  banyak yang tidak memiliki HP. Ada juga yang orang tuanya memiliki HP, namun kadang juga dibawa bekerja. Jadi sulit untuk melakukan pembelajaran daring,” katanya, Kamis (13/7/2020).

Oleh karenanya, jika diizinkan pihaknya akan menyelenggarakan pembelajaran secara tatap muka. Yakni dengan pembatasan dan protokol kesehatan yang ketat.

Seperti pengecekan suhu, penggunaan masker, serta penggunaan face shield yang dibagikan secara gratis untuk siswa.

Rencanannya pembelajaran tatap muka akan dilakukan sepekan tiga kali yakni Senin, Rabu dan Jumat, dengan cara bergantian serta durasi satu jam untuk menyampaikan materi.

“Kalau petunjuk dari Disdik kemarin tidak boleh tatap muka karena kudus belum zona hijau. Tapi karena memang ada kendala ini, saya suruh masuk satu hari terkait penjelasan hal tersebut, jika tidak boleh nanti akan tetap daring,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Kudus Harjuno Widodo mengatakan pembelajaran di rumah tidak harus dilakukan secara daring, bisa juga secara luring (luar jaringan).

“Luring bukan hanya diartikan tatap muka, tapi juga pembelajaran dari rumah bisa melalui buku, televisi dan juga radio. Karena Kudus belum zona hijau pembelajaran saat ini tetap dilakukan di rumah,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolahan yang terkendala. Petugas dari masing-masing korwil juga akan memonitoring hal itu.

“Saat ini belum ada laporan yang masuk terkait kendala seperti itu. Baru ada informasi di SD 4 Jepang ini, nanti kami koordinasikan,” terangnya.

Sedangkan Plt Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan KBM saat ini masih dilakukan secara daring karena di Kudus masih belum zona hijau.

Pihaknya juga belum mengizinkan KBM tatap muka di SD 4 Jepang Kudus, karena belum tahu simulasi pembelajarannya seperti apa.

“Kalau sudah ada pemberitahuan ke kami, akan kami undang dan lihat penataan serta simulasinya seperti apa. Kami lihat dulu nanti,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...