Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Antar Anak ke Pesantren, Wali Santri di Pati Dilarang Turun Kendaraan

MURIANEWS, Pati – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hamidiyah Desa Bulumanis, Kecamatan Margoyoso sudah menerima kedatangan santri. Karena itu, pengurus pun menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Sekolah Menengah Pertama Alquran Terpadu (SMPQT) Al Hamidiyah Pati Yunia Nabila Azizi mengatakan, setiap wali santri yang mengantarkan anaknya ke pondok, tidak diperkenankan untuk turun dari kendaraan.

“Orang tua tidak boleh turun dari kendaraan. Petugas juga tidak berinteraksi dari dekat dan harus menjaga jarak,” katanya, Senin (13/7/2020).

Baca: Enam Ponpes di Pati Lolos Verifikasi Tatanan New Normal, Santri Silahkan Kembali ke Pondok

Selain itu, pihaknya juga mengatur sejak persiapan keberangkatan hingga tiba di pesantren. Selanjutnya, saat beraktivitas pun semuanya diatur sesuai protokol kesehatan.

“Menjelang keberangkatan, santri wajib melakukan karantina 14 hari dan dilanjutkan tes cepat (rapid test) Covid-19. Mereka juga harus diantar dengan kendaraan pribadi. Begitu tiba di pesantren, santri dicek suhu tubuh dan kesehatannya serta disterilkan barang bawaannya dengan disinfektan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kedatangan santri terbagi dalam dua gelombang. Pada 12 Juli, santri yang datang berasal dari Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Banten. Adapun gelombang kedua pada 26 Juli.

Baca: Siapkan New Normal, Pengasuh YPRU Guyangan Pati Tanggung Biaya Rapid Test Santri Hingga Rp 1 Miliar Lebih

Diakui juga pensantren tersebut sudah mengatur santri untuk jaga jarak aman. Tidak hanya di tempat mengaji dan belajar mengajar lainnya, tempat tidur santri juga diatur berjarak lebih dari satu meter.

Di setiap kamar juga disediakan dua kamar mandi tanpa bak mandi dan dilengkapi shower. Wastafel untuk cuci tangan juga diperbanyak.

Setiap santri dalam beraktivitas juga diwajibkan memakai masker dan pelindung wajah (face shield).

Baca: Ponpes di Kajen Pati Mulai Terima Kedatangan Santri

Selain itu, pihaknya juga menyediakan dua ruang isolasi dan klinik yang melibatkan dua perawat. Untuk memantau kesehatan santri, Al Hamidiyan bekerja sama dengan Puskesmas Margoyoso I, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan Satgas Jogo Santri.

“Semua ihtiar itu untuk kebaikan bersama. Karena santri tahfidz di sini harus tetap menjaga hafalan Alqurannya secara istiqomah dengan didampingi ustadzah yang memiliki sanad Yanbu’a. Itu tidak mudah. Kalau terlalu lama di rumah, bisa jadi hafalannya buyar,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...