Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ditahan karena Galian C Ilegal, Petinggi Gemulung Jepara Juga Nunggak Pajak Hingga Rp 5 Miliar

MURIANEWS, Jepara – Nasib Petinggi Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan Santoso tampaknya seperti pepatah sudah jatuh tertimpa tangga.

Setelah ditahan oleh Polres Jepara atas tuduhan praktik penambangan Galian C illegal, kini yang bersangkutan juga harus berurusan dengan masalah pajak karena nunggak hingga Rp 5 miliar.

Kepala KPP Pratama Jepara, Endaryono dan sejumlah petugasnya, Senin (13/7/2020) mendatangi Mapolres Jepara untuk melakukan pemeriksaan terhadap Santoso yang saat ini tengah ditahan di Mapolres Jepara.

Baca: Dua Kali Mangkir, Polres Jepara Tahan Petinggi Gemulung Tersangka Galian C Ilegal

Menurut Endaryono, Santoso dalam hal ini diketahui tidak membayar Pajak Penghasilan atas beberapa pendapatannya. Nilai pajak yang belum dibayar nilainya juga fantantis.

“Nilai pajak yang hingga saat ini belum dibayar oleh S (Santoso, red) , jumlahnya lebih dari Rp 5 Miliar. Hingga tahun 2018 ini yang bersangkutan memiliki tagihan pajak untuk tahun 2017 sebesar Rp 5 miliar lebih. Sementara, tagihan pajak tahun 2018 hingga tahun ini belum sempat kami hitung,” ujar Endaryono, Senin (13/7/2020).

Jika sampai batas waktu yang ditetapkan yang bersangkutan belum melunasi tunggakan pajak itu, pihaknya akan menempuh langkah lanjutan.

Baca: Alat Beratnya Disita Polisi, Petinggi Gemulung Ajukan Gugatan ke PN Jepara

Langkah tersebut adalah dengan menyampaikan surat paksa, terhadap yang bersangkutan.

Setelah terbit surat paksa, Santso harus membayar tunggakan utang pajak ditambah dengan biaya penagihan. Apabila surat paksa tidak direpos pembayaran, maka akan dilakukan penyitaan aset senilai tunggakan pajak.

“Kalau dalam dua hari ke depan tidak melakukan pelunasan, maka kami akan terbitkan surat perintah melaksanakan penyitaan,” kata Endaryono.

Baca: Soal Limbah PT Jiale, Begini Klarifikasi Perangkat Desa Gemulung Jepara

Setelah 14 hari, aset yang disita selanjutnya akan dilelang. Saat ini tengah dilakukan klarifikasi aset yang dimiliki.

“Ini kaitannya dengan yang diterima S (Santoso, red) pada saat menerima projek dari PT Jiale Indonesia,” kata Endaryono.

Sebelumnya, Santoso ditetapkan Polres Jepara sebagai tersangka pelaku usaha tambang ilegal di Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Santoso dijerat dengan Pasal 158 Undang-undang Mineral dan Batubara. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ancaman hukuman pidananya maksimal tujuh tahun.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...