Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dikejar dari Kudus, Dua Truk Penyelundup Rokok Ilegal Ditangkap di Tol Semarang-Batang

MURIANEWS, Kudus – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kudus mengamankan dua unit truk berisi rokok ilegal. Dua truk tersebut, tertangkap di rest area Tol Semarang-Batang usai dilakukan pengejaran sejak dari Kudus.

Truk tersebut, diduga akan menyelundupkan rokok ilegal ke Pulau Sumatera. Penangkapan oleh tim Bea Cukai Kudus ini dilakukan pada Sabtu (11/7/2020).

Dari dua truk tersebut, total, ada sebanyak 3.792.000 batang rokok ilegal. Baik tanpa pinta cukai, maupun dilekati pita cukai namun diduga palsu. Dengan merk Caffe Stik dan Gess Blend. Total perkiraan nilai barang mencapai Rp 3.867.840.000.

Kepala KPPBC Kabupaten Kudus Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, penindakan tersebut berawal dari laporan masyarakat.

Timnya, langsung menuju lapangan setelah mendapat laporan. Hingga akhirnya,pihaknya menemukan truk yang dicurigai mengangkut rokok ilegal.

“Kemudian kami lakukan pengejaran dari Kudus menuju Semarang,” katanya Senin (13/7/2020).

Dalam pengejarannya, pihaknya sempat kewalahan karena adanya kemacetan di wilayah Sayung. Tim yang mengejar sempat terpaut cukup jauh dari kendaraan target operasi.

“Namun kami sudah mengerahkan petugas yang ada di Semarang untuk mengikuti lagi,” ujarnya.

Hingga akhirnya, dua truk dengan merk Mitshubisi tersebut berhasil diamankan saat berhenti di rest area Tol Semarang- Batang. “Dari penindakan tersebut kami amankan dua orang sopir dan dua orang kernet,” lanjutnya.

Dengan digagalnya pengiriman rokok ilegal sebanyak 240.000 batang tersebut, maka tim KPPBC Kudus berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp 2.215.318. 080.  “Ini adalah penindakan yang paling besar,” kata dia.

Sementara hingga Juli 2020, Bea Cukai Kudus sudah memproses sebanyak 48 kasus. Dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp 11.074.456.580.

Jumlah tersebut didapat dari barang hasil sitaan yakni rokok SKM sebanyak 10.588.969 dan rokok SKT sebanyak 146.216 batang. Dengan perkiraan potensi kerugian negara mencapai Rp 6.454.697.468.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...