Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kasus Positif Covid di Jepara Pagi Ini Tembus 694 Orang

MURIANEWS, Jepara – Kasus positf Covid-19 di Kabupaten Jepara semakin ‘meledak’ memasuki pekan kedua bulan Juli ini. Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara, dalam empat hari terakhir mengkonfirmasi adanya puluhan kasus positif Covid baru di beberapa wilayah.

Sampai Senin (13/7/2020) pagi ini, jumlah kasus positif Covid-19 di Jepara mencapai 694 kasus.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Jepara, dr M Fakhrudin menyatakan, pada laporan hasil lab yang diterimanya pada Minggu (12/7/2020) malam, tercatat ada tambahan 34 kasus baru.

Wilayah Kecamatan Jepara semakin menjadi kawasan yang paling banyak terdapat kasus positif Covid-19. Wilayah ini mendapatkan tambahan 14 kasus baru disusul Kalinyamatan dengan kasus baru mencapai tujuh orang.

Sementara Kecamatan Pecangaan mendapatkan tambahan tiga kasus baru yang terkonfirmasi. Selanjutnya Kecamatan Bangsri, Tahunan, Welahan dan Mayong masing-masing mendapatkan dua tambahan kasus baru yang harus segera ditangani.

Dua wilayah Kecamatan lainnya masing-masing Pakis Aji dan Batealit mendapatkan tambahan masing-masing satu kasus positif covid.

“Sampai hari ini sudah ada 694 kasus positif Covid-19 yang muncul di wilayah Kabupaten Jepara. Jumlah tersebut termasuk kasus yang menimpa warga dari luar Jepara yang kebetulan dirawat di Jepara. Khusus untuk warga Jepara jumlahnya ada 659, sisanya dari Demak, Kudus, dan Pati,” ujar dr M Fakhrudin, Senin (13/7/2020).

Sementara itu, dari perkembangan yang terjad di wilayah Kabupaten Jepara, sikap apatis masyarakat menjadi sebuah tantangan bagi upaya penanganan pandemi Covid-19. Kepercayaan masyarakat Jepara terhadap penanganan pandemi covid tampaknya semakin turun.

Upaya edukasi dan informasi serta penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan yang kurang mendapatkan perhatian GTPP Covid-19 menjadikan banyak warga menolak penerapan protokol Covid-19.

Di Kedung Malang, Kedung, menjadi salah satu wilayah yang tingkat partisipasi masyarakatnya rendah. Beberapa kasus pemakaman terhadap pasien positif Covid-19 dilakukan tanpa menggunakan protokol kesehatan.

Dalam beberapa hari terakhir kejadian seperti itu kembali terjadi di Desa Kedung Malang. Situasi ini jelas akan menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Beberapa hari lalu ada dua pemakaman pasien positif covid yang dilakukan tanpa protokol yang diwajibkan. Kami tidak tahu harus bagaimana lagi menyikapinya. Kami juga tidak tau kenapa dalam situasi seperti ini tidak ada tindakan tegas dalam penegakan aturan yang seharusnya dilaksanakan,” ujar Suhadi, salah satu tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Kedung Malang, Senin (13/7/2020).

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...