Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pekerja Seni di Pati Merugi Ratusan Miliar Selama Pandemi

MURIANEWS, Pati – Para pekerja seni di Kabupaten Pati saat ini merugi hingga ratusan miliar. Itu terjadi karena mereka terpaksa menolak semua job manggung karena tak adanya izin pementasan dari pemerintah selama pandemi.

Ketua Perhimpunan Pegiat Kesenian Pati Ajisaka mengatakan, nomknal ratusan miliar tersebut merupakan jumlah akumulasi semua seniman di Pati. Apalagi sedikitnya ada sekitar tiga ribu pekerja seni di Bumi Mina Tani yang berasal dari enam kelompok penggiat seni.

Keenam kelompok tersebut adalah kelompok dangdut ada 160 kelompok, ketoprak 15 kelompok, wayang 25 kelompok, tayub 10 kelompok, barongan 10 kelompok, dan jasa sound sistem 160 kelompok.

“Kalau anggotanya, keseluran kira-kira 3000 orang. Semuanya terdampak Covid-19,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2020).

Dia menambahkan, untuk potensi pemasukan selama tiga bulan (kalender jawa), yakni dihitung mulai dari bulan Syawal, Apit dan Besar potensi pemasukan keseluruhan mencapai Rp 316,8 miliar. Dalam artian, apabila sampai saat ini izin pementasan tidak diberikan, potensi pendapatan tersebut akan hangus.

“Potensi kehilangan pendapatan itu akan lebih besar apabila variabel pendukung, seperti pedagang kecil yang berjualan saat pementasan juga dihitung,” imbuhnya.

Dalam hal ini, pihaknya bersama dengan anggota sebelumnya juga sudah melakukan audiensi dengan Wakil rakyat di DPRD Pati. Kemudian melayangkan surat kepada Bupati Pati Haryanto dan terakhir melakukan aksi doa bersama di Alun-alun Pati.

Semua itu, tentu dengan harapan agar pemerintah memberika kelonggaran untuk pementasan. Apabila ada izin, pihaknya pun siap untuk berpentas dengan protokol kesehatan.

“Sama seperti pasar, toko serba ada, pabrik, yang bisa tetap beroperasi. Kami juga ingin bisa berkegiatan agar ekonomi kami tidak ambruk,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...