Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Polisi Hadang Rombongan Pekerja Seni yang Hendak Doa Bersama di Alun-Alun Pati

MURIANEWS, Pati – Sejumlah pekerja seni yang hendak mengikuti aksi doa bersama di Alun-alun Pati dihadang polisi. Hal itu untuk menghindari kerumunan massa yang lebih banyak mengingat pandemi yang belum berakhir.

Penghadangan dilakukan di berbagai arah. Dari sebelah selatan, petugas menghentikan lima truk lengkap dengan sound sistem.

Mereka berencana menuju ke lokasi aksi doa bersama. Tetapi keburu kepergok pihak kepolisian dan diminta kembali ke rumah.

Baca: Ratusan Pekerja Seni Pati Gelar Aksi Doa Bersama di Alun-Alun

Begitu juga yang dari arah timur, ada banyak pekerja seni yang terpaksa kembali ke rumah. Mereka tidak bisa mengikuti aksi doa bersama lantaran dicegat oleh petugas kepolisian.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sukadi mengatakan, Polres Pati memang melarang kerumunan massa. Selain demo yang tak berizin, situasi saat ini masih rawan terhadap penyebaran Covid-19.

“Apalagi, Pati ini wilayah zona kuning. Maka kita akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa menjadi zona hijau. Tentunya salah satunya adalah tidak mengadakan kerumunan,” katanya, Kamis (9/7/2020).

Baca: Minta Diberi Izin Pertunjukan, Puluhan Seniman Pati Geruduk Kantor DPRD

Dia menambahkan, untuk mencegah kerumunan massa yang begitu besar, pihaknya mengerahkan seluruh polsek untuk menyekat dan mencegat para pekerja seni yang hendak ikut aksi.

“Semua penjuru kita cegat. Kita sarankan agar mereka kembali pulang,” imbuhnya.

Dalam pencegatan ini, dia mengaku melakukan tindakan persuasif edukatif. Pihaknya juga tegas, tetapi tetap humanis. Mengingat, pandemi ini masih sangat menghawatirkan.

“Ini adalah semata mata untuk keselamatan rakyat. Kita juga larang mereka untuk membawa pengeras suara berupa sound sistem, karena nanti dapat menganggu kamtibmas,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...