Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

330 Kasus Positif Corona Tercatat di Kudus

MURIANEWS, Kudus – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus mencatat, kasus terkonfirmasi positif corona di Kabupaten Kudus hingga Kamis (9/7/2020) mencapai 330 kasus.

Dari jumlah tersebut, 241 kasus berasal dari dalam wilayah dan 89 kasus sisanya merupakan kasus luar wilayah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi merincikan, dari 241 kasus tersebut, 49 kasus dirawat di rumah sakit, 84 kasus menjalani isolasi mandiri, dan 84 kasus dinyatakan sembuh.

“Sementara untuk kasus meninggal berjumlah24 kasus,” ucap Andini Kamis, (9/7/2020) pagi.

Kemudian untuk rincian kasus dari luar wilayah, Andini merincikan dari 89 kasus, ada 23 kasus dirawat, 32 kasus isolasi mandiri, 27 kasus sembuh, dan tujuh kasus meninggal.

“Tracing kontak untuk pasien luar wilayah dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat,” lanjut dia.

Andini menambahkan, seorang pasien yang memiliki gejala corona dan sudah mendapat perawatan memang harus dilakukan uji swab. Penegakan diagnosisnya akan dilakukan sebanyak dua kali.

“Jadi untuk menentukan apakah pasien tersebut positif atau tidak, harus melakukan uji swab sebanyak dua kali,” lanjut dia.

Apabila uji pertama hasilnya positif, maka akan dilanjutkan pada uji kedua. Namun, walau dalam uji kedua hasilnya negatif, pasien tetap akan menjalani uji swab lanjutan dengan status positif corona. Guna memastikan kesembuhan dari pasien tersebut.

“Jika satu di antara dua uji ada yang positif, maka akan dikonfirmasi positif,” lanjut Andini.

Sementara untuk orang yang memiliki kontak erat, ataupun yang masuk daftar tracing, mereka akan menjalani test rapid terlebih dahulu. Baru, apabila hasilnya reaktif, maka akan menjalani swab test untuk penegakan diagnosis.

“Jika nonreaktif, tak dilakukan uji swab,” jelas dia.

Pola persebaran corona di Kudus sendiri sudah ada perubahan. Jika sebelumnya penularan terjadi karena banyaknya warga yang memiliki mobilitas ke luar kota, kini sudah berubah menjadi transmisi lokal.

Karena itulah, lanjut dia, banyak pasien yang dinyatakan terpapar corona walaupun tidak memiliki riwayat kontak maupun bepergian ke daerah terjangkit.

“Kurva juga naik karena tracing yang ketat pada kontak erat,” jelas dia.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...