Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bandel! GTPP Covid-19 Jepara Turunkan Mobil Damkar Bubarkan Kerumunan Warga

MURIANEWS, Jepara – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara, mulai melakukan tindakan represif terhadap masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Tindakan ini dilakukan kepada mereka yang membandel dan tidak mengindahkan imbauan serta edukasi yang dilakukan oleh para petugas.

Dengan landasan penegakan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 26 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), petugas penegakan hukum GTPP Covid 19 Jepara melakukan patroli di sejumlah lokasi yang menjadi pusat kerumunan massa.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Abdul Syukur bahkan tak segan mengerahkan petugas dan mobil damkar untuk membubarkan kerumunan warga. Termasuk menyemprotkan air ke sejumlah titik kumpul.

“Sejak beberapa hari lalu sudah kami lakukan tindakan seperti ini. Kami diberi kewenangan untuk melakukan tindakan dengan harapan masyarakat bisa tertib. Upaya ini akan kami intensifkan jika memang masih ada yang melanggar aturan,” ujar Abdul Syukur, Rabu (8/7/2020).

Ia menyebutkan, selama patroli, pihaknya pun melibatkan anggota Polres Jepara, Kodim 0719/Jepara, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jepara. Dari hasil evaluasi, kegiatan ini akan terus diintensifkan untuk menekan penularan virus Covid-19.

”Jika sebelumnya upaya penertiban ini dilaksanakan sepekan sekali, maka intensitas kegiatan patrol akan dilaksanakan sampai 20 kali dalam setiap bulan,” tegasnya.

Dia berharap, kesadaran masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan aturan pembatasan kegiatan bisa diterapkan oleh warga

“Kami juga masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, agar kegiatan yang sama bisa digelar di setiap Kecamatan. Melalui kecamatan dikoordinasikan agar bekerjasama dengan Polsek dan Koramil, untuk melakukan kegiatan yang sama,” tambahnya.

Selain penyemprotan kerumunan warga, bagi mereka yang tidak mengenakan masker diberikan hukuman disiplin seperti push up dan hukuman yang bersifat edukatif lainnya.

Sedangkan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL), diberikan toleransi berjualan hingga pukul 23.00 WIB. Itupun dengan syarat tetap tidak memperkenankan adanya kerumunan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...