Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Isi Kejenuhan, Komunitas Kopi Emperan Ajak Anak-Anak di Sokopuluhan Pati Mendongeng

MURIANEWS, Pati – Setelah lama melakukan belajar secara online, banyak anak-anak yang sudah jenuh berada di rumah. Tidak sedikit dari mereka yang ingin kembali ke sekolah, bertemu dengan kawan sejawat.

Namun, karena kondisi pandemi yang belum memungkinkan, upaya untuk masuk sekolah pun harus ditahan terlebih dahulu. Belajar tetap secara virtual. Tidak boleh datang ke sekolah.

Untuk mengisi kejenuhan anak-anak itu, Komunitas Kopi Emperan (KKEm) sengaja mengajak anak-anak di Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi untuk mendongeng.

Agar tak berkerumun, anak-anak diminta duduk di bangku yang memang sudah disiapkan dengan memperhatikan physical distancing. Anak-anak juga tak luput diajari bagaimana cara mencuci tangan yang baik.

Setelah duduk dengan rapi, seorang pendongeng pantura asal Pati, yakni Kak Roh tiba-tiba muncul dan menarik perhatian para anak-anak. Juru dongeng yang sudah keliling Indonesia itu membawakan dongeng bertemakan tentang anak soleh dan sholehah.

Miftahur Rohim, salah satu pegiat KKEm mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar untuk menyambut era tatanan baru. Di masa pandemi ini anak-anak dipastikan merasa jenuh jika hanya di rumah saja dan hanya belajar lewat gawai.

“Kami ingin merangsang kembali rasa keingintahuan mereka, rasa peka terhadap lingkungan, pendidikan, dan kebersihan lewat dongeng bernuansa religi. Ini akan membuat mereka terpantik untuk kembali semangat dalam hal pendidikan,” katanya.

Dengan begitu diharapkan anak-anak tersebut nantinya akan siap saat sudah bisa ke sekolah kembali. Lewat kegiatan tersebut mereka juga bermaksud mengampanyekan dongeng sebagai salah satu warisan nenek moyang yang harus dilestarikan.

“Ada banyak hal baik dari dongeng. Terutama untuk memberikan nasihat yang positif kepada anak. Mereka adalah generasi emas yang akan meneruskan perjuangan kemajuan bangsa,” terangnya.

Selain dongeng, anak-anak juga disuguhi pertunjukan seni seperti pembacaan cerpen, musikalisasi puisi serta pembacaan sajak.

“Kegiatan kecil-kecilan ini difokuskan pada anak-anak usia TK sampai dengan sekolah dasar untuk menumbuhkan kembali semangat berpendidikan menyongsong era New Normal,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...