Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hari Ini Pasien Positif Covid Jepara Kembali Bertambah 29 Orang

MURIANEWS, Jepara – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jepara kembali mengkonfirmasi terjadinya kasus positif Covid-19. Jumlah terakhir yang direlease mencapai 29 orang berasal dari sembilan wilayah kecamatan.

Tambahan ini menjadikan jumlah total kasus positf Covid-19 di Jepara semakin membengkak menjadi 561 kasus.

Baca: Jumlah Kasus Covid-19 Jepara Tembus 561, 120 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Juru Bicara GTPP Covid-19 Jepara dr M Fakhrudin menyatakan, dari hasil lab paling akhir yang diterima, pasien positif terbanyak muncul dari Kecamatan Jepara. Dari kecamatan ini muncul tujuh kasus baru.

Kemudian disusul Kecamatan Pecangaan dengan lima kasus baru. Sedangkan dari Kecamatan Kalinyamatan dan Bangsri terkonfirmasi masing-masing empat kasus baru.

Baca: 90 Persen Pasien Positif di Jepara Berstatus OTG, Pemkab Diminta Tegas Jalankan PKM

Sementara, tiga wilayah kecamatan yakni Palis Aji, Kedung, dan Kembang mendapatkan tambahan dua kasus baru positif Covid. Sedangkan tiga kasus baru lainnya muncul di Kecamatan Nalumsari, Mayong, dan Tahunan dengan satu kasus positif Covid-19.

Dengan demikian jumlah kasus positif Covid-19 di wilayah Jepara terakumulasi mencapai 561 kasus baru positif Covid-19.

Baca: Makin Melonjak, Kasus Positif Covid-19 Jepara Pagi Ini Tembus Angka 532

”Tambahan 29 kasus baru Covid-19 ini kami pastikan terkonfirmasi setelah kami mendapatkan hasil lab yang dikirim pada Selasa (7/7/2020) malam. Jumlah ini memang menjadikan jumlah kasus positif covid secara kesulurahan menjadi tambah banyak,” katanya, Rabu (8/7/2020).

Atas jumlah ini, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk memenuhi protokol kesehatan. Menurutnya, kepatuhan masyarakat dapat mengurangi penyebaran virus tersebut.

”Kami mengajak semua masyarakat untuk ikut berpartisipasi melawan virus ini. Salah satunya dengan mematuhi protokol kesehatan. Kalau hanya mengandalkan tenaga kesehatan tidak mungkin bisa. Apalagi sudah banyak nakes yang jadi korban,” tegasnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...